aqua

Rektor Widiatama: Radikalisme Bukan Urusan Menteri Agama

Tugas Menteri Agama hanya perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang keagamaan

Rektor Widiatama, Obsatar Sinaga saat jumpa wartawan. (Foto: Rian/JabarNews)

JABARNEWS | BANDUNG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan salah satu tugas dari Menteri Agama (Menag) yang baru, Fachrul Razi yakni mengatasi radikalisme. Hal tersebut dilakukan, karena melihat dari latar belakangnya sebagai Jenderal yang dinilai mampu memberantas radikalisme.

Pernyataan ini menjadi kontroversi serta perbincangan para pakar dan akademisi. Pasalnya, dalam memberantas radikalisme bukan tupoksi Menteri Agama.

Baca Juga:

Kampung Nelayan di Bengkulu Akan Dijadikan Destinasi Wisata

Presiden Jokowi Dijadwalkan Buka Munas Alim Ulama NU di Kota Banjar



Rektor Widiatama, Obsatar Sinaga mengatakan, penempatan Fachrul Razi sebagai Menteri Agama dinilai kurang baik apalagi ditugaskan untuk mengatasi kasus radikalisme. Karena menurutnya, jika memilih orang yang bukan ahli dalam bidangnya akan menurunkan kepercayaan masyarakat.

Selain itu, Obsatar beranggapan bahwa Fachrul yang seorang jenderal yang sudah pensiun akan sulit untuk memerintah anggota TNI yang aktif.

"Enggak, mereka jenderal pensiunan merintahkan yang aktif agak sulit," kata Obsatar di Hotel Horison, Bandung, Senin (28/10/2019).
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Menteri Agama Radikalisme Presiden Jokowi Hotel Horizon Terorisme Widiatama Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Ampuuunn Ruang Menteri Agama Disegel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi