Melki Laka Lena: Data Kependudukan di NTT Kacau

Data BP3TKI Kupang, jumlah TKI asal NTT yang meninggal di luar negeri dan dikirim kembali ke Indonesia sejak Januari hingga Agustus 2019 mencapai 76 orang.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Golkar, Melki Laka Lena (Odo/Jabarnews)

JABARNEWS | JAKARTA - Persoalan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal menjadi persoalan serius yang harus ditangani pemerintah. Salah satu daerah yang selama ini, selalu mendapat peti jenazah yang dikirim dari negara tujuan adalah Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Data BP3TKI Kupang, jumlah TKI asal NTT yang meninggal di luar negeri dan dikirim kembali ke Indonesia sejak Januari hingga Agustus 2019 mencapai 76 orang. TKI yang meninggal tersebut berstatus TKI Ilegal.

Baca Juga:

Cegah Covid-19, Polres Sergai Perketat Pengamanan Jalur Laut

Antisipasi Covid-19, Satpol PP Sergai Pantau Kepulangan TKI Ilegal



Terkait hal ini, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Golkar, Melki Laka Lena menegaskan, hal utama yang harus dibenahi guna mengatasi persoalan TKI adalah data kependudukan.

"Kita musti benahi dari dasar itu, data kependudukan. Jebol yang pertama itu karena data kependudukan kita tidak dikontrol dengan baik. KTP disalahgunakan untuk membuat orang ke luar negeri," ujar Melki di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (29/10/2019).

"Kita tidak mempunyai profile kependudukan yang pas urusan ketenagakerjaan kita di NTT. Jadi profil tenaga kerja dari Indonesia, khususnya dari NTT, kita engga punya dengan baik karena data kependudukan kita kacau ya," tambahnya.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Melki Laka Lena Data Kependudukan TKI Ilegal TKI Asal NTT TKI Tewas Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Golkar Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita TKI

berita terkait

Polres Cirebon Bantu Selidiki Dugaan Penipuan Agen Peyalur TKI

Aplikasi Ware House Mudahkan Akses Layanan Masyarakat Tasikmalaya

Adanya PMI Ilegal Buat Disnakertrans Purwakarta Kewalahan

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi