aqua

Inilah Sejarah Singkat Istana Bogor

Dulunya Istana Bogor menjadi hunian favorit para Gubernur Jenderal Hindia Belanda karena berhawa sejuk.

Istana Bogor. (Foto: Dok. Biro Pers Setpres)

Dalam waktu lima tahun (1745-1750) vila itu selesai dan menjadi peristirahatan resmi para gubernur jenderal. Namun, vila megah dan baru itu sempat dibakar oleh pasukan Banten di tengah peperangan Banten-VOC. Vila segera diperbaiki dengan tetap mempertahankan bentuk semula. Para Gubernur Jenderal VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) betah tinggal di Bogor, karena kediaman resmi di Molenvliet, kini Gedung Arsip Nasional di Jl Gajahmada, Jakarta, dinilai kurang nyaman dan rawan dengan nyamuk malaria. Untuk menjaga keamanan, tangsi tentara didirikan sekitar 2 km dari istana.

VOC dibubarkan 1799 dan seluruh asetnya diambil alih Kerajaan Belanda. Vila besar di Bogor itu resmi disebut Istana. Pada masa jabatan Gubernur Jenderal Willem Daendels (1808-1811) Istana Buitenzorg diperluas dengan gedung baru pada kanan dan kiri istana. Gubernur Jenderal Baron van der Capellen (1817-1826) membangun menara di tengah bangunan induk istana, sementara di sisi Timur kompleks Istana dijadikan kebun botani.

Baca Juga:

Delapan Orang Jadi Korban Gigitan Anjing Kampung, yang Diduga Rabies

Teror Anjing Kampung, Warga Ronda dan Diminta Kurangi Aktivitas Luar



Pada masa itu Istana Buitenzorg telah menjadi bangunan yang sulit ditandingi kemegahannya. Istana Agung Weltervreden yang dibangun (1761) di pinggir Sungai Ciliwung, di atas lahan yang kini menjadi RSPAD Jakarta, tak bisa membuat para Gubernur Jenderal itu betah. Walhasil, istana itu dibongkar di tahun 1820. Bangunan megah dua lantai Istana Het Groote Huis, kini menjadi Kantor Kemenkeu di Lapangan Banteng Jakarta, yang dibangun Daendels, tidak juga membuat reputasi Istana Buitenzorg luntur. Pun ketika Istana Risjwijk (kini Istana Negara) telah dibeli oleh Pemerintah Hindia Belanda (1821), pesona Istana Buitenzorg itu tak kunjung pupus.

Para Gubernur Jenderal, termasuk kemudian Herman Willem Daendels dan Thomas Stamford Raffles, memilih menghuni Istana Bogor itu. Mereka meninggalkan Bogor jika harus rapat atau jamuan resmi di Batavia atau melakukan ekspedisi ke berbagai daerah.

Ketika itu perjalanan dari Istana Buitenzorg ke Batavia harus ditempuh seharian (8 - 10 jam) melewati Ciluar, Cibinong, Cimangis, Cililitan, di jalur buatan Daendels yang kemudian dikenal sebagai Jalan Raya Bogor. Jalur itu lebih lebar dan rata dibandingkan jalan warisan Pakuan Pajajaran yang melalui Citayam Bojonggede, Depok, Pasarminggu, hingga Pelabuhan Sunda Kelapa.
Halaman selanjutnya 1 2 3 4
Tags : Istana Bogor Gubernur Jenderal Kediaman Resmi Presiden Presiden Joko Widodo Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Pengamat Menilai Dedi Mulyadi Layak Ditunjuk Jadi Menteri KKP

Pejabat Dinas Pendidikan Kota Bogor Positif Covid-19

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi