Live Stream Bandung 132 TV


KPAI: Kejahatan Ekploitasi Anak Harus Diberantas Sampai ke Akarnya

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi anak perempuan dibawah umur sehingga anak perempuan dibawah umur bisa terjebak dalam lingkaran prostitusi.

Ketua KPAI Kota Tasikmalaya, Eki Sirojul Baehaqi. (Foto: Tony/JabarNews)

JABARNEWS | KOTA TASIKMALAYA - Kasus prostitusi online yang menimpa kalangan pelajar di Kota Tasikmalaya merupakan bentuk kejahatan eksploitasi seks komersial terhadap anak dibawah umur.

"Kejahatan ekploitasi anak ini merupakan kejahatan yang sangat serius dan perlu ditindak secara tegas oleh aparatur penegak hukum," kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Tasikmalaya, Eki Sirojul Baehaqi, kepada Jabarnews.com, Sabtu Siang (2/11/2019).

Baca Juga:

Pemkot Bandung Raih Penghargaan Ajeg & Pinunjul

Ridwan Kamil Sebut Vaksinasi Penentu Menurunnya Kasus Kematian Covid-19



Menurutnya, bisnis prostitusi online yang melibatkan tiga anak berusia 16 tahun dan masih berstatus pelajar ini sangatlah memprihatinkan bagi kita semua.

"Ketiga anak dibawah umur yang menjadi korban ekploitasi seks komersial ini sedang dalam pendampingan secara khusus oleh Tim P2TP2A Kota Tasikmalaya.

Bisnis prostitusi online ini harus diberantas dan ditindak sampai ke akar-akarnya, baik itu si pelaku yang mengekploitasi termasuk para penikmat (konsumen) yang diduga sering melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur, supaya ada efek jera untuk semuanya.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : KPAI Kota Tasikmalaya Ekploitasi Anak Prostitusi Online Dibawah Umur Pemkot Tasikmalaya Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

[INFOGRAFIS] Aturan Untuk Perjalanan Domestik PPKM Jawa-Bali

Sandiaga Uno Kunjungi Sentra Vaksin di Depok, Begini Pesannya

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi