bjb

Polsek Plered: Keracunan Massal di Cisarua Diduga Karena Styrofoam

Penjelasan Kapolsek Plered soal keracunan massal. (Foto: Red)

JABARNEWS | PURWAKARTA - Penggunaan Styrofoam sebagai wadah pembungkus makanan sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Demi menjaga kesehatan sebaiknya hindarilah menggunakan bahan yang satu ini. Sebab faktanya, penggunaan wadah Styrofoam bukanlah hal yang baik untuk kesehatan.

Seperti yang menimpa puluhan warga di Kampung Cisarua, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, mengalami keracunan setelah menghadiri acara pesta ulang tahun. Keracunan yang terjadi pada Minggu malam (3/11/2019) diduga akibat makanan dibungkus styrofoam yang telah disuguhkan.

"Dugaan awal makanan memakai styrofoam kemudian ditutup," ujar Kapolsek Plered, Kompol Slamet Harijanto.

Meski demikian, Slamet masih ingin memastikan sebab keracunan yang menimpa 44 orang dewasa dan anak-anak meelalui uji laboratorium. Saat ini sampel makanan tersebut sudah dibawa polisi.

"Efek baru terasa ketika warga menyantap nasi uduk itu keesokkan harinya. Diawali dengan mata berkunang-kunang, setelah itu disusul dengan gejala mual dan pusing," ungkap slamet.

Slamet menjelaskan bahwa kebiasaan makan makanan panas dari wadah berbahan styrofoam bisa berbahaya bagi tubuh.

"Styrofoam itu kan kalau dipanaskan bisa terurai bahan kimianya, kalau kita makan dari situ ya ikut termakan dan bisa merusak gen yang memicu kanker," jelasnya.

Baca Juga:

Kasat Lantas Polres Purwakarta: Pelajar Di Bawah Umur Jangan Kendarai Motor

Operasi Patuh Terpadu 2019 Di Purwakarta, Puluhan Pengendara Terjaring

Slamet bersama jajarannya dan tim medis akan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak bahaya penggunaan styrofoam.

"Ini merupakan musibah kecelakaan, penyelidikan kasus keracunan massal ini masih kita dalami ada atau tidaknya unsur kesengajaan," jelasnya

Diketahui, di situs Unit Layanan Pengaduan Konsumen BPOM, ada penjelasan juga bahwa untuk kemasan yang berbahan polistiren busa atau styrofoam yang beredar di Indonesia, sudah diuji oleh BPOM dan menunjukkan hasilnya. Berikut adalah cara mencegah timbulnya bahaya styrofoam yang sering digunakan tersebut:

1. Jangan menggunakan styrofoam berulang kali. Gunakanlah hanya untuk satu kali pakai.
2. Hindari penggunaan styrofoam untuk makanan yang panas.
3. Jangan menggunakan styrofoam sebagai wadah makanan yang akan dipanaskan.
4. Hindari kontak langsung dengan styrofoam, Anda bisa memberi plastik atau kertas nasi sebagai alas dari styrofoam.
5. Jika makanan bersifat asam, mengandung banyak lemak atau alkohol, maka sebaiknya hindari penggunaan styrofoam. (Red)


Tags : Keracunan Massal Polsek Plered Polres Purwakarta Keracunan Nasi Uduk Keracunan Styrofoam Dinas Kesehatan Purwakarta Puskesmas Plered Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Purwakarta

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi