aqua

Warga Cibadak Bandung, Masih Kebanjiran Akibat Tol Air

Sehari setelah diresmikan tahun 2018, sudah terasa imbasnya, jadi banjir lebih parah di sini,

Salah satu lokai yang terdampak banjir saat musim hujan (foto; galamedia)

JABARNEWS | BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung membangun tol air Pagarsih pada akhir 2017. Tol air tersebut dibangun persis di bawah Jalan Pagarsih, membuat aliran air Sungai Citepus terbagi menjadi dua.

Sementarsa itu, menurut Warga Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, masih kebanjiran gara-gara tol air di Jalan Pagarsih.

Baca Juga:

Buah-buahan Melimpah Di Majalengka, Harganya Tak Sampai Rp10 Ribu/Kg

BMKG: Musim Hujan Diperkirakan Mulai Akhir November



Ketua RT 2 RW 11 Kelurahan Cibadak Atik Hidayah menyebut tol air yang diresmikan Februari 2018 itu membuat permukiman warganya tergenang dan pada Jumat (1/11) genangan air di permukiman warga tingginya hampir 1,5 meter.

"Ya airnya kan jadi makin cepat masuk ke Sungai Citepus, kalau di Jalan Pagarsihnya kan ada dua jalur air, jalur sungai biasa sama jalur tol air itu, tapi kan ke arah sini salurannya makin sempit, jadi imbasnya membuat kita terendam," ujar atik, dilansir dari antara, Senin (04/11/2019).

Ia mengakui daerahnya termasuk rawan banjir. Namun, menurut dia, banjir makin parah semenjak ada tol air.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Tol Air Pagarsih Banjir Cibadak Musim Hujan Berita Bandung Jabarnews Berita Jawa Bart Berita Terkini

berita terkait

BMKG Prediksi Musim Hujan Mulai November 2019

Mapag Hujan Siap Atasi Banjir Kota Bandung

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi