aqua

Pemerintah Akan Larang Penjualan Rokok Elektrik

Indonesia dinilai terlambat karena sejumlah negara telah melarang rokok elektrik, menyusul epidemi misterius kondisi paru-paru terkait vape.

Ilustrasi rokok elektrik. (Foto: Net)

JABARNEWS | JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan (PMK) menggelar rapat membahas perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2019 Tentang Pengamanan Bahan yang mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan. Revisi aturan itu dilakukan untuk mengatasi penyakit tidak menular akibat rokok.

"Revisi PP ditarget rampung 2020. Semakin cepat selesai semakin baik. Revisi PP dibutuhkan untuk menjawab masalah meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular dan meningkat secara signifikannya merokok pada anak," kata Agus dilansir dari laman medcom.id, Selasa (5/11/2019).

Baca Juga:

Pemkab Cianjur Gelar Tabligh Akbar CNL Di Desa Ciherang

Aktivis Lingkungan Minta Status Gunung Cikuray Garut Jadi Cagar Alam



Agus mengungkapkan sejumlah poin yang akan dicantumkan dalam revisi tersebut. Pertama, mengenai larangan penjualan rokok elektrik atau vape. Diakuinya, fakta rokok elektrik berdampak pada kesehatan menjadi pertimbangan utama pemerintah.

"Tren saat ini juga digunakan usia anak sekolah dan ditengarai terjadi penyalahgunaan dengan mencampur napza," jelas Agus.

Revisi PP juga akan memuat larangan adanya bahan tambahan pada produk tembakau, yakni perasa yang membuat anak mencoba merokok. Hal ketiga yang akan diatur dalam revisi PP 109/2019 ialah luas gambar larangan merokok dalam kemasan rokok yang akan ditambah menjadi 90% dari yang tadinya 40%.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Rokok Elektrik Vape Dilarang Dijual Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Haram Rokok Elektronik

Pakar Sebut Potensi Zakat di Indonesia Capai 286 Triliun

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi