aqua

KSPSI Jabar Tolak UMP 2020

KSPSI juga meminta kenaikan UMK 2020 antara 15-20%.

Ketua DPD KSPSI Jabar, Roy Jinto saat jumpa wartawan usai audiensi dengan Disnakertrans Jabar di Gedung Sate, Selasa (05/11/2019). (Foto: Rian/JabarNews)

JABARNEWS | BANDUNG - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jabar menolak Upah Minimum Provinsi (UMP) 2020 yang telah ditetapkan Pemprov Jabar.

Penolakan tersebut karena dianggap jumlah nominalnya kecil dibanding Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), UMP juga dinilai tidak mengacu kepada Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Baca Juga:

Jabar Mulai terapkan Manajemen Krisis Kepariwsataan

Ridwan Kamil: Batik adalah Warisan Budaya Dunia



Ketua DPD KSPSI Jabar, Roy Jinto mengatakan, adanya UMP dan UMK akan membuat regulasi menjadi tumpang tindih mengenai aturan mana yang akan diterapkan. Terlebih, kabupaten/kota di Jawa Barat telah sejak lama menerapkan UMK sebagai dasar pengupahan.

"Kami menolak UMP karena tidak dibutuhkan di Jawa Barat. Di 27 kabupaten/kota ada UMK dan bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun dalam sejarah pengupahan yang berlaku adalah UMK," kata Roy usai audiensi dengan Disnakertrans Jabar di Gedung Sate, Selasa (05/11/2019).

Jinto menjelaskan, UMP sebesar Rp 1.810.350 yang telah ditetapkan Pemprov Jabar dinilai lebih rendah dibanding Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menurutnya, industri-industri besar di Jawa Barat UMP-nya menduduki peringkat ketiga terendah di Indonesia.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : KSPSI Jabar UMP Jawa Barat UMP 2020 Pemprov Jabar Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Geger Foto Asusila Beratribut ASN Pemprov Jabar

Beredar Video Mesum yang Diduga ASN Pemprov Jabar

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi