aqua

Pendekatan Bentang Alam Dinilai Penting dalam Pencegahan Karhutla

Pendekatan bentang alam adalah integrasi dan adaptasi untuk menemukan solusi bersama

Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), di Bangkok, Selasa (5/11/2019). (Foto: Sawit Watch)

JABARNEWS | BANDUNG - Fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2019, merupakan salah satu yang terparah di Indonesia. Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) menyebut total penderita Infeksi Saluran pernafasan Akut (ISPA) di Sumatera dan Kalimantan sejak Februari hingga September 2019 mencapai 919.516 jiwa.

Sedikitnya ada 17 kawasan hidrologis gambut (KHG) dengan setidaknya 19 perusahaan sawit anggota RSPO di Kalimantan dan Sumatera terbakar konsesinya sampai Oktober 2019.

Baca Juga:

DPKPB Purwakarta Tangani Puluhan Kasus Karhutla Selama Kemarau

Dinilai Penting, PKB Usulkan BNPB Jadi Kementerian Sendiri



Bahkan Greenpeace Indonesia (2019) menunjukkan bahwa sembilan dari dua belas grup sawit memiliki area lahan terbesar di konsesi mereka antara 2015-2018 yang tidak menerima sanksi perdata dan administrasi yang serius.

Berdasarkan hasil temuan Sawit Watch, beberapa perusahaan tersebut berada di kawasan gambut dan terbakar konsesinya diantaranya adalah PT. BGR, PT. DIL, PT. AMR, PT. MBJ, PT. SMS, PT. TS, PT. MAR, PT. JV, PT. AM, PT. GBSM, PT. MJSK, PT. GAL, PT. DWK, PT. TJA, dan PT.SKS. Perusahaan tersebut merupakan anak perusahaan dari grup BAM, SA, GAR, WIL, PAS, TAP, KLK, GEN, EG, IOI, dan AUS yang telah terdaftar sebagai anggota RSPO.

Inda Fatinaware Direktur Eksekutif Sawit Watch mengatakan hasil identifikasi pihaknya sebelum 2019 beberapa KHG rutin terbakar setiap tahunnya, salah satu contohnya PT. DIL yang berada dalam KHG Sungai Rumpit-Sungai Rawas.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Karhutla BNPB Penyakit ISPA Kawasan Hidrologis Gambut RSPO Kalimantan Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Kebakaran Puncak Gunung Ciremai Sudah Padam

BNPB: Potensi Tsunami di Selatan Jawa Tinggi

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi