aqua

Pakar Sebut Daerah Pelosok Distribusi Tenaga Kesehatan Masih Kurang

Diharapkan pemerintah harus membuat program yang bisa memperdayakan para tenaga kesehatan untuk melayani masyarakat terpencil

Pakar kesehatan sekaligus Ketua STIKes Budi Luhur Cimahi, Ijun Rijwan Susanto saat ditemui jabarnews.com di Hotel Harris Festival Citylink, Bandung, Rabu (6/11/2019). (Foto: Rian/JabarNews)

JABARNEWS | BANDUNG - Tingginya jumlah tenaga medis, tidak memiliki jaminan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang pada masyarakat. Salah satu yang menjadi persoalan adalah kesenjangan jumlah tenaga medis di Jawa Barat.

Seperti diketahui masyarakat belum seluruhnya bisa mengakses layanan kesehatan secara adil dan merata, hal ini salah satunya disebabkan oleh ketimpangan pendistribusian Sumber Daya Manusia kesehatan khususnya perawat, bidan dan dokter.

Baca Juga:

Antisipasi DBD, Pemkot Bandung Sambangi Sekolah

Hingga Februari: 2.477 Pasien DBD Di Jabar, 18 Orang Meninggal



Pakar kesehatan, Ijun Rijwan Susanto menilai, tenaga kesehatan di daerah pelosok sangat kurang. Menurutnya, permasalahan kesehatan di daerah meliputi perawatan dan kebidanan sangat dibutuhkan masyarakat yang berada di pelosok.

"Memang tenaga kesehatan di Jawa Barat khususnya untuk perawat dan bidan terutama di pelosok-pelosok desa mungkin ini masih kurang," kata Ijun kepada jabarnews.com di Bandung, Rabu (6/11/2019).

Dia menegaskan, bahwa pemerintah harus membuat program yang bisa memperdayakan para perawat dan bidan sehingga bisa dikirim ke desa-desa untuk melayani masyarakat yang membutuhkan perawatan kesehatannya.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Tenaga Kesehatan Pelayanan Kesehatan Tenaga Medis Dinas Kesehatan Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi