bjb
itcbet

Universitas Indonesia Berdayakan Kader Deteksi Stunting di Bogor

Ilustrasi Stunting. (Foto: BBC)

JABARNEWS | BOGOR - Kurangnya asupan gizi serta pengetahuan orang tua akan pentingnya kesehatan menjadi salah satu penyebab tingginya balita dengan tinggi badan di bawah standar. Data Kementerian Kesehatan mencatat prevalensi stunting terdiri atas balita yang memiliki badan sangat pendek 11,5% sementara dengan tinggi badan pendek mencapai 19,3%.

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) bekerja sama dengan aparat Kecamatan Babakan Madang dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor membantu memberdayakan para kader dan perangkat desa di Kabupaten Bogor dalam deteksi dini dan pencegahan stunting, masalah gizi kronis yang menyebabkan pertumbuhan anak terganggu sehingga tubuhnya lebih pendek ketimbang anak seusianya.

Baca Juga:

RSUD Cianjur Tidak Jadi Turun Kelas, Ini Penyebabnya

Dadang Naser: Bandung Berpeluang Raih Penghargaan Swasti Saba Wistara



Tim FKM UI yang diketuai oleh Dr. dra. Evi Martha, M.Kes, menjalankan program “Pemberdayaan Kader dan Perangkat Desa dalam Deteksi Dini dan Pencegahan Stunting” di empat desa di wilayah Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

"Keterlibatan warga dalam upaya pengenalan stunting di lingkungannya dapat menjadi pintu masuk untuk mensosialisasikan upaya pencegahan stunting yang lebih komprehensif sejak masa pra konsepsi sampai 1.000 hari pertama kehidupan (1000 HPK)," kata Evi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/11/2019).
Halaman selanjutnya
Tags : Bahaya Stunting Kementerian Kesehatan Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia dinas Kesehatan Bogor Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Dua Rumah Sakit di Cianjur Ini Turun Kelas

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi