aqua

Tanah Bergerak di Cibadak Akibatkan Belasan Rumah Warga Rusak

Desa Sukasirna terdampak tiga rusak sedang dan 12 rusak ringan dengan jumlah jiwa yang menjadi korban 56 jiwa

Tanah bergerak ancam warga Sukabumi. (Foto: CNN)

JABARNEWS | SUKABUMI - Pergerakan tanah di awal musim hujan telah menyebabkan rumah warga mengalami kerusakan. Kali ini sedikitnya ada 15 unit rumah warga di Kecamatan Cibadak rusak akibat tanah bergerak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyatakan tanah bergerak di daerah itu terjadi sejak sepekan yang lalu, namun tidak menyebabkan kerusakan permukimakan warga.

Baca Juga:

BPBD: 19 Kecamatan Di Majalengka Rawan Pergerakan Tanah

Tebing Longsor, Warga Sindanglaya Cianjur Kesulitan Air Bersih



"Dari 15 unit rumah yang rusak di Kampung Cieurih RT01/08, Desa Sukasirna tiga di antaranya rusak sedang dan 12 rusak ringan dengan jumlah jiwa yang menjadi korban 56 jiwa," kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi, Selasa (12/11/2019).

Akan tetapi, katanya, kondisi cuaca yang tidak menentu dengan terkadang hujan deras dan tiba-tiba berubah menjadi terik, membuat tanah yang awalnya kering kemudian terkena hujan, menjadi labil dan retak-retak.

"Setiap hari, tanah bergerak itu semakin meluas dan berdampak ke permukiman masyarakat. Akibatnya, belasan rumah rusak. Tidak menutup kemungkinan bencana itu terus meluas karena kondisi tanah di daerah setempat yang labil," jelasnya.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Pergerakan Tanah Bencana Alam BPBD Sukabumi Tanah Longsor Pusdalops BPBD Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita sukabumi

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi