aqua

Pengamat: Pembangunan di Papua Cukup Signifikan Harus Dilanjutkan

Secara global ekonomi di Papua justru mengalami penurunan sebesar 15 persen

Direktur Eksekutif Next Policy Fithra Faisal Hastiadi (kiri), Pengamat Komunikasi Politik Emrus Sihombing (kanan). (Foto: Akis/Jabarnews)

JABARNEWS | JAKARTA - Direktur Eksekutif Next Policy Fithra Faisal Hastiadi mengatakan meskipun secara ekonomi dampak pembangunan insfratruktur di Papua yang dilakukan Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) selama lima tahun sebelumnya belum menunjukkan hal yang signifikan akan tetapi dinilai cukup baik.

Selanjutnya dalam lima tahun kedepan harus lebih ditingkatkan dalam mengikis persoalan di Papua yang menjadi akar akibat diskriminasi dan ketimpangan ekonomi.

Baca Juga:

Emil Ajak Warga Papua di Jabar Tetap Bersatu

Kapolda Siap Lindungi Warga Papua di Jawa Barat



"Belum melihat secara signifikan dampaknya akan tetapi sudah cukup baik dengan memangkas jalur transportasi, seperti semen yang tadinya mencapai satu juta rupiah disana turun menjadi 300-400 ribu rupiah," kata Fithra dalam diskusi khusus soal Papua di Kawasan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2019).

Masih menurut Fitrha secara global ekonomi di Papua justru mengalami penurunan sebesar 15 persen, faktornya ada proses transisi diverfikasi PT Freeport sehingga ada kontraksi sebesar 38 persen. Dari sektor pertambangan sebesar 30% sumbangsihnya terhadap ekonomi Papua.

"Sehingga investasi infrastruktur dan lainnya di Papua memang butuh waktu untuk mendongkrak ekonomi," tuturnya.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Next Policy Pembangunan Infrastruktur Papua Ketimpangan Ekonomi Presiden Jokowi PT Freeport Investasi Infrastuktur Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Ini Pesan Emil Buat Kontingen Jabar di PON XX Papua

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi