aqua

DPRD Jabar: Gubernur Harus Berdiskusi dengan Buruh Sebelum Penetapan UMK

Gubernur menetapkan UMK adalah upaya untuk memastikan upah berdasarkan Kebutuhan Hidup Layak

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Abdul Hadi Wijaya. (Foto: Ryan/Jabarnews)

JABARNEWS | BANDUNG - Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Abdul Hadi Wijaya mengatakan, sebelum menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), Gubernur Jawa Barat harus melakukan diskusi terlebih dahulu dengan serikat buruh supaya memiliki kesamaan persepsi atau pandangan terkait UMK 2020.

Hadi menilai, ketika definisi UMP diterjemahkan menjadi minimum daripada UMK, maka akan terus menuai masalah.

Baca Juga:

Laporan Tahunan Jokowi Ma'ruf: Kolaborasi Hadapi Pandemi (Part 3)

Bima Arya Temui Pendemo Menolak Omnibus Law, Ini Yang Disampaikan



"Artinya, ketika pemberi kerja hanya memberi gaji dua juta, di Kota Bandung misalnya, dia (akan) berdalih (gajinya) di atas UMP," kata Hadi di Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Kamis (21/11/2019).

Menurutnya, desakan yang dilakukan kaum buruh agar Gubernur menetapkan UMK adalah upaya untuk memastikan upah berdasarkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Jika upah buruh sekadar di atas UMP Rp 1,8 juta, Hadi menilai KHL buruh tidak akan tercukupi.

"KHL di Jawa Barat atau di Bandung hidup dengan dua juta (tidak sesuai). Mereka punya anak, dan kebutuhannya kan sudah di list," ucapnya.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : DPRD Jabar Upah Minimum Provinsi UMK 2020 Gubernur Jabar Kebutuhan Hidup Layak UMP Jabar Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

[MOTIONGRAFIS] Stop Penyebaran Covid-19 Di Lingkungan Keluarga

Enam Desa di Purwakarta Terima Mobil Maskara, Mana Saja?

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi