bjb

Diterapkan Tahun Depan, Ini Manfaat Kartu Nikah yang Perlu Diketahui

Kepala Kemanag Purwakarta, H.Tedi Ahmad Junaedi. (Foto: Gin/Jabarnews)

JABARNEWS | PURWAKARTA - Rencana Kementerian Agama (Kemenag) RI menambah bukti pernikahan dengan kartu nikah sudah mulai diberlakukan. Namun, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purwakarta akan membagikan kartu nikah kepada pasangan suami istri baru yang menikah mulai tahun depan.

Karenanya, setiap pasutri yang baru menikah akan mendapatkan dua dokumen, yakni buku nikah dan kartu nikah.

Kepala Kemanag Purwakarta, H.Tedi Ahmad Junaedi memastikan pasangan yang menikah pada tahun 2020 mendapatkan buku nikah juga bisa memiliki kartu nikah

"Jadi buku nikah tidak diganti, tetapi ini inovasi saja, penambahan. Buku nikah tetap menjadi dokumen resmi, yang namanya dokumen resmi itu kan, harus tertulis," kata Tedi, saat ditemui di ruangan kerjanya, Selasa (26/11/2019).

Ia menjelaskan, dalam kartu nikah terdapat barcode yang menyimpan data pasangan suami istri. Kartu nikah juga terhubung dalam aplikasi SIMKAH (Sistem Informasi Manajemen Nikah).

"Pada Kartu Nikah berisi tentang informasi pernikahan yang bersangkutan seperti nama, nomor akta nikah, nomor perforasi buku nikah, tempat dan tanggal nikah," jelasnya.

Baca Juga:

Dua Calon Haji Asal Garut Gagal Berangkat ke Tanah Suci

17 Juli Gerhana Bulan, Kemenag Imbau Sholat Khusuf dan Perbanyak Dzikir

Tedi menekankan, Kartu Nikah khusus diberikan kepada pasutri yang menikah setelah program diterapkan. Bagi pasutri yang menikah sebelum pemberlakuan program, tidak perlu punya Kartu Nikah.

“Yang sudah menikah sebelum adanya aturan Kartu Nikah, cukup buku nikah saja. Jadi nggak wajib. Kecuali memang ada regulasi baru,” jelasnya.

Kartu Nikah memiliki fungsi. Yakni, memudahkan saat mengurus administrasi di beberapa tempat atau layanan publik. Misalnya, pasutri akan terbantu jika suatu saat menginap di hotel dengan aturan tertentu. Seperti hotel yang menerapkan aturan syariah.

Sebab Kartu Nikah dilengkapi sejumlah fitur. Mulai dari foto kedua pasangan hingga barcode yang terkoneksi dengan data kependudukan.

“Mereka (pasutri) tinggal menunjukkan kartunya. Ada barcodenya. Kedepan, akan tersistem seluruh dunia. Sudah terkoneksi keasliannya,” tutur Tedi. (Gin)


Tags : Kementerian Agama Kemenag RI Buku Nikah Kartu Nikah Dokumen Resmi Pasutri SIMKAH Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Purwakarta

berita terkait

Kontingen UIN SGD Bandung Targetkan Juara di Pionir IX

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi