aqua

Bamsoet Harap Kerja Sama RI dengan Rusia Terus Ditingkatkan

Pada tahun 2020 mendatang Presiden Rusia Vladimir Putin berencana berkunjung ke Indoesia

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat menerima Duta Besar Rusia untuk Indonesia, H.E. Mrs. Lyudmila Georgievna Verobieva

JABARNEWS | JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyambut hangat rencana kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Indoesia untuk bertemu Presiden Joko Widodo pada tahun 2020 mendatang. Kedatangan tersebut, selain untuk memperingati 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia, juga harus dimanfaatkan Indonesia untuk meningkatkan kerjasama ekonomi, politik, sosial dan budaya dengan Rusia.

"Tawaran Rusia kepada Indonesia untuk membeli 11 pesawat Sukhoi-35, melengkapi kekuatan tempur Angkatan Udara dan sistem pertahanan demi menjaga kedaulatan Indonesia, ataupun tawaran dari berbagai negara sahabat lainnya, kita sambut baik. Terpenting kerjasama tersebut saling menguntungkan kedua belah pihak, dan sesuai dengan kondisi anggaran negara," ujar Bamsoet saat menerima Duta Besar Rusia untuk Indonesia, H.E. Mrs. Lyudmila Georgievna Verobieva, di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Baca Juga:

Adu Kuat Restu Jokowi untuk Partai Beringin

Bamsoet Berharap Pelayanan Bagi Wajib Pajak Harus Lebih Cepat dan Mudah



Kandidat Ketua Umum Partai Golkar 2019-2024 ini mengapresiasi Rusia yang sukses membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Sebesar 20 persen kebutuhan listrik nasional mereka bisa terpenuhi dari PLTN. Negara seperti Iran, India, Finlandia, Uzbekistan dan Turki juga sudah bekerjasama dengan Rusia dalam membangun PLTN.

"Informasi dari Duta Besar Rusia, sekitar 11 negara sudah menjalin kerjasama dengan mereka untuk membangun PLTN. Dengan tingkat keamanan 5 kali lebih tinggi dibanding PLTN Fukushima, teknologi PLTN yang dikembangkan Rusia sejauh ini belum menghadapi kendala signifikan yang mempengaruhi keselamatan manusia. Indonesia juga perlu memulai pengembangan PLTN, sehingga tak selamanya bergantung kepada PLTU," jelasnya.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menilai, di masa depan ketergantungan berbagai negara dunia terhadap PLTU akan berkurang drastis. Selain karena pencemaran terhadap lingkungan, keberadaan sumber daya alam batubara juga sudah mulai mengikis. Karena itu, Indonesia sejak kini juga sudah harus bersiap mengembangkan teknologi PLTN untuk memenuhi kebutuhan konsumsi listrik nasional.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : MPR RI Bambang Soesatyo Presiden Rusia Vladimir Putin Presiden Joko Widodo Hubungan Diplomatik Pembangunan PLTN Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Kementerian ESDM Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Parlemen

berita terkait

Airlangga Dan Bamsoet Bersaing Mendapatkan Dukungan

Kubu Bamseot dan Airlangga Saling Klaim Dapat Dukungan 400 DPD

Yorrys Raweyai: Bamsoet Dapat Dukungan 400 DPD I dan II

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi