bjb

Waduh.. Gugatan Cerai Istri Dominasi Perkara Perceraian di Purwakarta

Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Purwakarta. (Foto: Gin/Jabarnews)

JABARNEWS | PURWAKARTA - Jumlah kasus perceraian di Kabupaten Purwakarta terus meningkat disetiap tahunnya. Gugatan perceraian yang diterima Pengadilan Agama Kabupaten Purwakarta semakin bevariasi. Adapun mayoritas usia pengaju gugatan dibawah usia 35 tahun.

Berdasarkan data yang diperoleh, hingga akhir November 2019 ini, Pengadilan Agama, Kabupaten Purwakarta mencatat telah menangani 1.500 kasus perceraian.

Menurut, Humas Pengadilan Agama Kabupaten Purwakarta, Ahmad Saprudin, jika dibandingkan tahun lalu, angka kasus diprediksi tak jauh berbeda. Sepanjang tahun 2018, jumlah kasus yang masuk mencapai 1.576 perkara kasus gugatan perceraian baik yang dilayangkan oleh suami maupun istri.

"Paling banyak istri menggugat suaminya, karena masalah perekonomian seperti tidak memberikan nafkah. Namun ada juga pertikaian yang tak kunjung selesai," Kata Ahmad, Saat ditemui di Pengadilan Agama Kabupaten Purwakarta, Kamis (28/11/2019)

Selain faktor ekonomi, penyebab perceraian terjadi karena orang ketiga, misalnya perselingkuhan sampai poligami, kemudian faktor lain adalah salah satunya terjerat kasus pidana.

"Dari 1.500 perkara perceraian yang ditangani Pengadilan Agama Kabupaten Purwakarta, ada kurang lebih 1.100 istri yang melayangkan gugatan kepada suami atau disebut Cerai Gugat dan kurang lebih ada 300 perkara laki-laki gugat cerai perempuan (Cerai Talak.red)," jelasnya.

Baca Juga:

Permohonan Dispensasi Pernikahan Dini di Purwakarta Meningkat, Ada Apa?

Hingga Agustus, Tingkat Perceraian PNS Bandung Tinggi. Apa Sebabnya?

Sebelum diputus cerai, Ia menambahkan, pengadilan telah berupaya untuk mengembalikan keharmonisan keluarga melalui jalur mediasi. Sayangnya, upaya itu hanya kecil peluangnya untuk mencegah perceraian.

"Tidak banyak penggugat yang memperbaiki rumah tangganya, sehingga tidak jadi cerai, tapi setidaknya kami sudah berupaya untuk mencegah perceraian itu terjadi," ujarnya.

Berdasarkan data, pasangan usia produktif (28 hingga 35 tahun) mendominasi perkara perceraian yang ditangani hakim pada Pengadilan Agama Kabupaten Purwakarta.

Siti, perempuan 25 tahun mengunggat cerai suaminya karena merasa tak diberi nafkah selama lebih dari dua tahun. Keinginan cerai itu mendapat dukungan dari keluarganya. Sehingga dia mengajukan gugatan ke pengadilan.

"Kalau dibilang cinta, masih cinta. Tapi, mau bagaimana lagi, orang tak diberi nafkah," ujarnya. (Gin)


Tags : Kasus Perceraian Gugatan Cerai Pengadilan Agama Purwakarta Kasus Pidana Pengguggat Cerai Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Purwakarta Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

Puluhan Wanita di Purwakarta Gugat Cerai Usai Lebaran

Kasus Perceraian di Jawa Barat Meningkat

Perceraian di Purwakarta Meningkat, Ini Penyebabnya

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi