aqua

Aduh.. Kopi Cleng Memakan Korban, Begini Tindakan Dinkes Cianjur

Kopi Cleng menjadi kopi yang masuk dalam 22 kopi berbahaya karena mengandung obat

Ilustrasi. (Net)

JABARNEWS | CIANJUR – Kopi Cleng dan Kopi Jantan yang telah diduga mengakibatkan seorang warga Kecamatan Cijati meninggal dunia dan beberapa orang lainnya menjalani perawatan. Akhirnya mendapat perhatian khusus dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjelaskan mengenai kandungan dari kopi peningkat stamina tersebut, yang dapat berbahaya bagi tubuh.

Dinas Kesehatan Cianjur, Jawa Barat, melakukan razia dan pengawasan ke sejumlah apotek dan toko jamu terkait penjualan kopi cleng.

Baca Juga:

Ada-Ada Saja, Ambulans Dipakai Bawa Antaran Pengantin

Anggaran Penanganan Pasien Covid-19 di Purwakarta Diminta Transparan



"Pengawasan dan razia dilakukan tim dari dinkes, Puskesmas Cijati dan aparat kepolisian. Hasil pengawasan masih ditemukan beberapa apotek dan toko jamu yang menjual kopi yang masuk dalam 22 kopi berbahaya karena mengandung obat di dalamnya," kata Kepala Dinkes Cianjur, Tresna Gumelar di Cianjur Minggu (1/12/2019).

Jauh-jauh hari, ungkap dia, pihaknya melalui tim kesehatan kecamatan, mengimbau warga untuk tidak mengonsumsi kopi tersebut dan pengawas melakukan razia karena adanya korban dari kopi cleng sampai meninggal dunia.

"Korban kopi cleng tercatat ada tiga orang yang merupakan warga dari Desa Cibodas, Kecamatan Cijati. Informasi yang didapat mereka sempat dirawat di rumah sakit, satu orang meninggal dunia dan dua orang lainnya sudah sembuh dan diperbolehkan pulang," katanya.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Kopi Cleng Kopi Perkasa Kopi Ilegal BPOM Dinas Kesehatan Dinkes Cianjur Apotek Toko Obat Toko Jamu Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Cianjur Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi