JMN Channel


Konsultasi Publik BOP LBF Tidak Berpihak Pada Kepetingan Rakyat

Hanya mengundang 44 orang, sementara, DPRD Manggarai Barat (Mabar) tidak diundang.

Ketua Ikatan Keluarga NTT FLOBAMORAROSA Bogor Timur, Heribertus Baben (Foto: Odo/Jabarnews)

JABANEWS | JAKARTA - Konsultasi Publik Analisis Dampak Lingkungan lahan 400 hektar yang diklaim Badan Otorita Labuan Bajo - Flores (BOP-LBF) hanya mengundang 44 orang dan lembaga, Kamis (12/12/2019). Sementara, DPRD Manggarai Barat (Mabar) tidak diundang.

Terkait hal ini, Heribertus Baben selaku Ketua Ikatan Keluarga NTT FLOBAMORAROSA Bogor Timur menilai rapat tersebut tidak berpihak pada kepentingan rakyat tanpa hadirnya representasi rakyat. Padahal kata Heri, rapat tersebut merupakan hajatan penting. Sebab sangat berkaitan dengan lingkungan tempat tinggal dan kehidupan masyarakat Manggarai Barat.

Baca Juga:

Gempar! Warga Kaget Temukan Hewan Mirip Dajjal di Purwakarta

Duh! Atalia Praratya Positif Corona



"Malah yang diundang pribadi-pribadi perorangan yang tidak tahu mewakili apa mereka. DPRD adalah lembaga yang resmi oleh undang-undang mewakili masyarakat Manggarai Barat," ujar Heri kepada Jabarnews di Jakarta, Kamis (12/12).

Cakupan wilayah BOPLF kata Heri seluruh Flores dan sangat berkaitan satu Kabupaten dengan yang lainnya. Sejatinya, semua elemen masyarakat di daratan Flores yang berdampak atas kehadiran BOPLF ini harus diundang.

"Tapi mereka tidak lakukan itu. Misalnya mereka tidak mengundang elemen masyarakat dari kabupaten Ngada, yang menurut salah satu direktur BOP rencananya nanti hutan produksi di kaki gunung Inerei akan dipakai sebagai pengganti tukar guling lahan hutan 400 hektar yang diambil oleh BOPLF di Labuan Bajo," tegasnya.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Konsultasi Publik Konsultasi BOP Konsultasi BOP- LBF Konsultasi Publik Analisis Analisis Dampak Lingkungan Jabarnews Berita Jawa barat Berita Terkii Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

Demi Pacar, Seorang Perempuan Nekat Selundupkan Sabu ke Lapas

DPRD Minta Dinsos Jabar Kaji Ulang Penyaluran Bansos Covid-19

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi