Bingung Isi Liburan Akhir Tahun? Yuk Ajak Keluarga ke Sapatapaan

JABARNEWS | SUMEDANG – Tidak terasa tahun 2019 sebentar lagi akan segera berakhir. Apakah anda dan keluarga telah memiliki rencana untuk mengisi akhir tahun? Jika masih bingung, anda bisa mengajak keluarga menghabiskan waktu di tempat wisata di Sumedang.

Selain untuk menghabiskan waktu liburan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga, pulang kampung juga menjadi ajang liburan bersama. Kini ada destinasi wisata yang mengusung konsep mulang ka lembur (kembali ke kampung) inilah yang jadi ciri khas tempat wisata di kawasan Citengah, Sumedang.

Di sini. suasana alam pedesaan sangat kental terasa. Dari rumah-rumah, leuit (tempat menyimpan padi), gemericik air sungai yang bening, hingga pakaian khas Sunda.

Baca Juga:  Bikin Kartu Kredit Pakai Identitas Palsu, Rp300 Juta Lebih Diraup

Sapatapaan, itulah nama kampung wisata berbasis seni budaya Sunda ini. “Sapatapaan” sendiri akronim dari Saung Paragi Tafakur Kabudayaan (Saung tempat menafakuri kebudayaan). Tempat wisata ini lahir, karena kepedulian dan kebersamaan 28 komunitas di Sumedang untuk membangun desa, membangun wilayah dengan memanfaatkan potensi setempat, terutama potensi alamnya.

Sapatapaan merupakan tempat berinteraksinya seniman dan budayawan yang peduli terhadap Sumedang melalui pengembangan seni, budaya, tradisi dan lingkungan serta juga membangun simpul-simpul pemberdayaan melalui pngembangan seni, budaya tradisi dan lingkungan. Selain itu, Sapatapaan ini merupakan sebuah destinasi wisata yang sarat dengan makna filosofis.

Baca Juga:  H-7 , Premium Tersedia Di Jamali

Bagi Anda yang ingin beraksi di depan kamera dengan suasana lain, di sini tempatnya. Anda bisa berfoto di Saung Sapatapaan yang merupakan perpaduan Antara leuit dan capit gunting. Anda bisa mencoba menjadi “urang lembur” dengan berfoto sambil napi béas (membersihkan beras), nutu paré (menumbuk padi), di dapur depan hawu, atau di antara aliran sungai yang jernih alami.

Memang, Sapatapaan mengusung konsep gabungtiga elemen, yaitu arsitektur Sunda alam Sumedang, dan perilaku masyarakat Sunda. Ini disebutnya Nyaba Ka Sumedang (berkunjung ke Sumedang), sebuah wisata yang berkonsepkan figur urang Sunda berbaur dengan alam dan lingkunganya dan disajikan dalam bentuk foto. Para pengunjung bisa berperan langsung mengenakan pakaian adat Sunda. Seperti laki-laki menggunakan pangsi hitam dan totopong (ikat kepala), sementara perempuan menggunakan kebaya. Properti pakaian ini sudah disediakan pengelola di Sapatapaan.

Baca Juga:  Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu 23 November 2022, Leo, Virgo dan Libra

Tempat ini pun mengusung konsep pariwisata berbasis komunitas, untuk mengolah Pariwisata yang ada di kawasan itu. Di mana anggota komunitas, masyarakat, dan pemerintah bersinergi dan terlibat dalam pengembangan dan pengelolaannya.

SAPATAPAAN

Citengah, Cisoka, Kec. Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang

Kontak:

– WhatsApp: 081220 39 38 37

– Email: [email protected]

– Instagram: @sapatapaan

Bagaimana menarik sekali bukan? yuk jangan sampai terlewat ya! (Red)