Musim Hujan Bikin Harga Cabai Inul Naik Dua Kali Lipat di Garut

Meski mahal, kebutuhan pasar meningkat membuat cabai yang dijual cepat habis

Aneka jenis cabai di Pasar. (Foto: Net)

JABARNEWS | GARUT - Harga komoditas cabai rawit merah dan cabai keriting hingga cabai inul melonjak hingga dua kali lipat lebih dari harga normal di Kabupaten Garut. Kenaikan harga ini diduga karena minimnya pasokan akibat musim hujan.

Harga beberapa jenis cabai yang dijual di Pasar Induk Guntur Kabupaten Garut, Jawa Barat, naik sampai 100 persen akibat berkurangnya pasokan cabai dari petani lokal maupun luar Garut sejak awal tahun 2020 sementara permintaan pasar meningkat.

Baca Juga:

Toto Purwanto Pastikan Kader Demokrat Purwakarta Tak Akan Hadiri KLB di Sumut

Satgas Evaluasi Temuan Varian Baru Covid-19 di Indonesia



"Rata-rata beberapa jenis cabai naik 100 persen, ini sudah terjadi di awal tahun," kata Rinda Rabanda distributor sayuran di Pasar Induk Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (10/1/2020).

Ia menyebutkan, harga cabai yang langsung melonjak tinggi kenaikannya yaitu cabai inul dari semula Rp.30 ribu menjadi Rp.60 ribu per kilogram sejak beberapa hari lalu.

"Semula cabai inul hanya Rp.30 ribu per kilo, sekarang harganya naik 100 persen jadi Rp.60 ribu," katanya.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Musim Hujan Harga Komoditas Naik Cabai Inul Pasar Induk Garut Dinas Pertanian Garut Pedagang Cabai Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

Live Stream Bandung 132 TV

berita terkait

Berikut Deretan Ring 1 RI Yang Bisa Sewaktu-waktu Jadi Tempat Wisata

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

JMN Channel

tag populer

unduh aplikasi