Musim Hujan Bikin Harga Cabai Inul Naik Dua Kali Lipat di Garut

Meski mahal, kebutuhan pasar meningkat membuat cabai yang dijual cepat habis

Aneka jenis cabai di Pasar. (Foto: Net)

JABARNEWS | GARUT - Harga komoditas cabai rawit merah dan cabai keriting hingga cabai inul melonjak hingga dua kali lipat lebih dari harga normal di Kabupaten Garut. Kenaikan harga ini diduga karena minimnya pasokan akibat musim hujan.

Harga beberapa jenis cabai yang dijual di Pasar Induk Guntur Kabupaten Garut, Jawa Barat, naik sampai 100 persen akibat berkurangnya pasokan cabai dari petani lokal maupun luar Garut sejak awal tahun 2020 sementara permintaan pasar meningkat.

Baca Juga:

Waspada! Jalur Wanayasa Purwakarta Berkabut Tebal Dan Rawan Pohon Tumbang

Intensitas Hujan Tinggi, BPBD: Ada 22 Titik Genangan Air di Depok



"Rata-rata beberapa jenis cabai naik 100 persen, ini sudah terjadi di awal tahun," kata Rinda Rabanda distributor sayuran di Pasar Induk Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (10/1/2020).

Ia menyebutkan, harga cabai yang langsung melonjak tinggi kenaikannya yaitu cabai inul dari semula Rp.30 ribu menjadi Rp.60 ribu per kilogram sejak beberapa hari lalu.

"Semula cabai inul hanya Rp.30 ribu per kilo, sekarang harganya naik 100 persen jadi Rp.60 ribu," katanya.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Musim Hujan Harga Komoditas Naik Cabai Inul Pasar Induk Garut Dinas Pertanian Garut Pedagang Cabai Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

Waspada! BMKG Ingatkan Cuaca Buruk di Sejumlah Daerah Ini

Purwakarta Sering Diguyur Hujan, Begini Pesan Kadis DPKPB

Banjir Terjang 8 Kecamatan Di Manado, Aliran Listrik Padam

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

JMN Channel

tag populer

unduh aplikasi