Polisi Akan Tutup Puluhan Tambang Ilegal di Gunung Halimun Salak

Diduga menjadi penyebab banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebak, Banten.

Ilustrasi tambang (Foto: IDN Times)

JABARNEWS | JAKARTA - Satuan Tugas Penambangan tanpa Izin (Satgas Peti) Polri bakal menutup 40 titik tambang ilegal di Gunung Halimun Salak.

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan puluhan titik tambang ilegal itu diduga menjadi penyebab banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebak, Banten.

Baca Juga:

Pray For Sulawesi

Bandung Banjir Bandang Lagi



"Informasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, ada kurang lebih 40 titik. Nanti kalau kami dapat, kami tutup," ujar Listyo dilansir dari laman Tempo.co l, Jumat (10/1/2020).

Kendati demikian, Satgas saat ini masih menelusuri jejak aktivis tambang ilegal tersebut. Nantinya setelah penelusuran, Polri bakal mencari pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas penambangan ilegal itu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak mencatat jumlah pengungsi akibat banjir bandang dan longsor di wilayah tersebut mencapai 17.200 jiwa atau 4.368 kepala keluarga (KK). Bencana itu melanda 12 desa di enam kecamatan. (Red)
Tags : Gunung Halimun Salak Tambang Ilegal Penyebab Banjir Banjir Bandang Tanah Longsor Bareskrim Polri Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

Nasib Rumah Warga Cilengkrang Masih Belum Ada Kepastian

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi