bjb
itcbet

Fenomena Pergeseran Tanah Ancam Gagal Panen Area Persawahan di Cianjur

Petugas menunjukan saluran irigasi yang kebol akibat pergerakan tanah di Kampung Cibolang, Desa Wargaasih, Kecamatan Kadupandak, Cianjur, Jawa Barat, sehingga satu hektar area pesawahan terancam gagal panen. (Foto: Antara)

JABARNEWS | CIANJUR - Dampak pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Cibolang, Desa Wargaasih, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merembet ke sejumlah sektor perekonomian warga. Area sawah seluas satu hektar yang dimiliki warga dan pemerintah desa mulai hancur dan terancam hilang.

Kapolsek Kadupandak AKP Deden Sulaeman mengatakan, satu hektare area pesawahan di teracam gagal panen akibat pergerakan tanah dan satu rumah warga rusak berat, sehingga petugas mengimbau warga untuk mengungsi.

Baca Juga:

Dampak Musim Kemarau Berpengaruh Pada Harga Sayuran di Garut

Suplai Air Minim, Ribuan Hektare Tanaman Padi di Indramayu Terancam Gagal Panen



"Pergerakan tanah terjadi menjelang malam setelah hujan turun deras sejak pagi hingga sore. Satu hektare sawah tidak dapat digarap karena saluran irigasi sepanjang 100 meter jebol," ujarnya saat dihububugi di Cianjur, Minggu (12/1/2020).

Ia menjelaskan, sawah tersebut milik enam orang warga sekitar di Desa Wargaasih, Kecamatan Kadupandak, yang baru ditanami, beberapa pekan terakhir. Tidak hanya merusak pesawahan, pergerakan tanah juga mengancam perkampungan warga.
Halaman selanjutnya
Tags : Pergeseran Tanah Gagal Panen Polsek Kadupandak Cianjur Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

Bencana Pergeseran Tanah di Sukabumi Kian Parah

Kekeringan, 1.040 Hektare Sawah di Ciamis Terancam Puso

SEREMONIA







Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi