bjb

Residu Mutasi

Ilustrasi Mutasi. (Foto: Ding)

JABARNEWS | KUNINGAN - Memerhatikan mutasi kini menjelma jadi budaya hedonistik di Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Kuningan. Mutasi tak berbeda jauh dengan peristiwa pergelaran kesenian, pembacaan puisi, teater. Sebab didalamnya dapat mengekplorasi perasaan subtil audien dan mampu membuka ruang wacana liar.

Aktor mutasi tentu tidak jauh peran antagonis dan protagonis dari Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan kelompok minoritas. Sementara birokrat adalah pemain pelengkap dan objek penderita. Bisa saja hanya sebagai pengamat di pojok ruangan sambil menikmati kopi hangat. Mungkin dengan sukarela merapikan kursi, membawa alat musik.

Baca Juga:

Pemkot Bogor Rotasi 496 Pejabat Struktural

896 Pejabat Pemkab Ciamis Dirotasi



Bisa juga memainkan telunjuknya untuk memberikan kesan terlibat dalam produksi. Atau dimungkinkan menjadi makelar tiket pergelaran. Sehingga peran menjadi multitafsir. Sebab skenarionya tidak ternotulensikan di atas kertas kerja. Hanya bahasa oral yang sulit diblueprint dalam kerangka kerjanya.

Jika sudah dibahasa oral-kan maka, penyakit purba manusia yakni “pelupa” adalah domain langit. Doamin yang tak bisa diganggu gugat keabsahannya. Maka sudah dapat ditebak bahwa pergelarannya akan ngalor ngidul tak memiliki visi, misi jelas dalam kerangka pembangunan nasional sesuai amanat konstitusi.
Halaman selanjutnya
Tags : Mutasi Pejabat Rotasi Jabatan Dimutasi Pemkab Kuningan Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

Rotasi Pejabat di Pemkab Subang Diduga Ada Indikasi KKN

Ratusan Pejabat Pemkab Subang Dirotasi

SEREMONIA







Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi