bjb

Begini Penjelasan Gretac Tasikmalaya Soal Ular Berbisa

Pengurus Komunitas Galunggung Reptilian Community (Gretac) Kota Tasikmalaya, Tadho Hisyam Murtadho. (Foto: Tony/Jabarnews)

JABARNEWS | TASIKMALAYA - Pengamat Satwa Liar sekaligus Pengurus Komunitas Galunggung Reptilian Community (Gretac) Kota Tasikmalaya, Tadho Hisyam Murtadho mengatakan bahwa fenomena kemunculan induk dan anakan ular kobra yang memasuki pemukiman warga dapat salah satunya dikarenakan lahan habitatnya yang semakin hari semakin berkurang.

"Siklus dalam pergantian cuaca memasuki musim penghujan, ular kobra mulai bertelur dan beranak, karena masa sebelum memasuki musim penghujan, ular kobra telah melangsungkan proses perkawinannya," ujar Tadho Hisyam Murtadho kepada Jabarnews.com, saat ditemui dikediamannya, Kamis(16/1/2020).

Baca Juga:

DPKPB Purwakarta Terima Delapan Laporan Teror Ular Selama Musim Hujan

Petugas OB Dinas PUPR Depok Menjadi Korban Gigitan Ular Kobra



Ia mengatakan, masa perkawinan ular bisa berlangsung 1 Tahun sekali, sebelum memasuki musim penghujan, oleh sebab itu ketika memasuki musim penghujan, indukan ular kobra mulai menetaskan telur-telurnya.

"Dalam menetaskan telurnya, ular kobra bisa menetaskan 15-30 butir, dan itu tergantung indukannya, jika indukannya lebih besar, telurnya pun bisa lebih banyak," ujarnya.
Halaman selanjutnya
Tags : Teror Ular Kobra Ular Kobra Gretac Tasikmalaya Tasikmalaya. Komunitas Reftile Jabarnews Berita jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal berita Hiperlokal

berita terkait

Dalam Sebulan DPKPB Purwakarta Tangani 21 Kasus Ular

SEREMONIA







Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi