bjb

Investasi 'Bodong' Berkedok Umroh, Travel Al Bayyinah Dilaporkan ke Polisi

Pengusaha asal Bandung, Ayi Koswara saat setelah membuat laporan atas dugaan penipuan investasi berkedok umroh oleh Yusuf Abdul Latief melalui Travel Al Bayyinah di Mapolda Jabar, Kamis (16/01/2020)

Sedang Travel Al Bayyinah  lanjut dia, diduga travel fiktif. Hal ini  dibuktikan dengan pencantuman nama Travel Al-Qadri dalam brosur dan Bbanner promosi. Bahkan ini dikuatkan oleh pihak Travel Al-Qadri yang menyatakan bahwa pihaknya tidak ada kerjasama dengan Travel Umroh Albayyinah sebagaimana terlampir dalam surat No 001/LK-QDR/III/2019 tertanggal 29 April 2019.

Dalam perjanjian kerjasama investasi antara Ayi Koswara dan terlapor Yusuf sempat dilakukan yang debut pada 10 Februari 2017.. Namun dari beberapa perjanjian yang dibuat di Tahun 2017 itu,  Yusuf hanya beberapa kali memberikan profit sharing atau keuntungan tanpa disertai pengembalian dana pokok milik pelapor.

Baca Juga:

Wabup Majalengka Terima Kunjungan Kedubes AS Jajaki Kolaborasi

Investor Asing Masih Betah di DKI Jakarta



Jumlah total dana pokok dan profit sharing yang mash belum dikembalikan kepada Pelapor kurang lebih sebesar Rp. 1,578 Miliar.

Namun Yusuf  berjanji untuk mengembalikan. Kendati demikian Yusuf selalu ingkar, sehingga perjalanannya Yusuf memberikan Cek Bodong bernomor GU 922190, Tanggal Cek 14 Desember 2018 kepada pelapor Ayi Koswara.  Hal ini diperkuat dengan keterangan penolakan dari Bank Mandiri tanggal 19 September 2019, bakhan rekening terlapor di Bank Mandiri Sudan ditutup lama oleh terlapor.

“Bahkan dari bukti yang diperoleh alien kami Bahia, hasil investasi yang tak kunjung dibayarkan, ternyata dana milik pelapor yang diinvestasikan di Travel Umroh Albayyinah, diinvestasikan kembali oleh Terlapor ke proyek pengadaan barang dan jasa di Instansi pemerintah, tanpa sepengetahuan dan seizin pelapor.

“Ini menjadi dugaan kami, bahwa terlapor juga telah melakukan tindak pidana pencucian uang, sebagaimana dimaksud UU 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang,” tegasnya.

Hassanain menambahkan, bahwa upaya laporan pidana yang dilakukan oleh kliennya sebagai pelapor, didasarkan pada sikap terlapor yang hingga saat ini tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Kami bahkan melakukan upaya mediasi secara kekeluargaan telah dilakukan, namun tidak juga membuahkan hasil, sehingga Bapak Ayi Koswara sebelum membuat  pelaporan ke Polda Jabar. Meski kami, telah terlebih dahulu melayangkan gugatan perdata kepada terlapor di PN Garut dengan No. Perkara 11/Pdt.G/2019/PN.Grt, di mana amar putusannya menghukum tergugat untuk membayar kewajiban pokok dan profit sharing kurang lebih sebesar Rp. 1,578 miliar,” paparnya.

Namun tergugat/terlapor Yusuf mengajukan banding atas putusan tersebut.  

Sementara Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso saat dikonfirmasi membenarkan adanya pelaporan tersebut.

“Kami menerima laporan tersebut, akan kami pelajari dan melanjutkan ke bidang Reskrimsus terkait laporan dugaan penipuan investasi ini,” terang Kabid Humas saat dikonfirmasi terpisah di waktu yang sama. (Rob)
Halaman sebelumnya
Tags : Ayi Koswara Yusuf Abdul Latief investasi bodong umroh Rp 1 578 miliar Travel Al Bayyinah Polda Jabar Jabarnews.com

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi