Investasi 'Bodong' Berkedok Umroh, Travel Al Bayyinah Dilaporkan ke Polisi

Pengusaha asal Bandung, Ayi Koswara saat setelah membuat laporan atas dugaan penipuan investasi berkedok umroh oleh Yusuf Abdul Latief melalui Travel Al Bayyinah di Mapolda Jabar, Kamis (16/01/2020)

Dalam perjanjian kerjasama investasi antara Ayi Koswara dan terlapor Yusuf sempat dilakukan yang debut pada 10 Februari 2017.. Namun dari beberapa perjanjian yang dibuat di Tahun 2017 itu,  Yusuf hanya beberapa kali memberikan profit sharing atau keuntungan tanpa disertai pengembalian dana pokok milik pelapor.

Jumlah total dana pokok dan profit sharing yang mash belum dikembalikan kepada Pelapor kurang lebih sebesar Rp. 1,578 Miliar.

Baca Juga:

Wabup Majalengka Terima Kunjungan Kedubes AS Jajaki Kolaborasi

Investor Asing Masih Betah di DKI Jakarta



Namun Yusuf  berjanji untuk mengembalikan. Kendati demikian Yusuf selalu ingkar, sehingga perjalanannya Yusuf memberikan Cek Bodong bernomor GU 922190, Tanggal Cek 14 Desember 2018 kepada pelapor Ayi Koswara.  Hal ini diperkuat dengan keterangan penolakan dari Bank Mandiri tanggal 19 September 2019, bakhan rekening terlapor di Bank Mandiri Sudan ditutup lama oleh terlapor.

“Bahkan dari bukti yang diperoleh alien kami Bahia, hasil investasi yang tak kunjung dibayarkan, ternyata dana milik pelapor yang diinvestasikan di Travel Umroh Albayyinah, diinvestasikan kembali oleh Terlapor ke proyek pengadaan barang dan jasa di Instansi pemerintah, tanpa sepengetahuan dan seizin pelapor.

“Ini menjadi dugaan kami, bahwa terlapor juga telah melakukan tindak pidana pencucian uang, sebagaimana dimaksud UU 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang,” tegasnya.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Ayi Koswara Yusuf Abdul Latief investasi bodong umroh Rp 1 578 miliar Travel Al Bayyinah Polda Jabar Jabarnews.com

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi