aqua

Di Desa Ini Tak Pakai Peci Bisa Kena Denda Rp.25 Ribu

Bukan hanya tak mnengenakan peci, bagi aparatur desa yang bolos juga akan diberi sanksi

Kepala Desa Cimanggis Kabupaten Bogor saat bersama warga. (Foto: Net)

JABARNEWS | BOGOR – Demi meningkatkan kinerja aparatur desa, seperti memberikan reward (penghargaan) saat ada pencapaian tertentu dan punishment (hukuman atau sanksi) jika perangkat desa lalai dalam bekerja secara disengaja.

Reward dan punishment ini adalah konsep untuk memotivasi perangkat desa agar tetap melakukan yang terbaik dalam pemerintah desa tempatnya bekerja. Tujuan utamanya adalah untuk memacu perangkat desa berprestasi dalam pemerintah desa.

Baca Juga:

Mulai 2020, Gaji Perangkat Desa Setara PNS Golongan IIA

Kuwu Balad Cirebon Minta Perangkat Desa Ikuti Era Milenial



Seperti halnya yang diterapkan Kepala Desa Cimanggis, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor dalam mewujudkan pelayanan optimal di desanya. Bagaimana tidak, langkah ini memang harus diambil sebagai upaya meningkatkan profesionalisme.

Kepala Desa Cimanggis, Abdul Aziz Anwar mengatakan, aparatur desa yang memiliki prestasi dan mampu mencapai target-target akan mendapatkan reward dan penghargaan, sementara bagi aparatur desa yang dinilai gagal akan dikenai punishment serta evaluasi.

“Sekarang ini, para aparatur desa sudah memiliki gaji sesuai dengan UMR, karena itu, wajar kalau saya mengambil langkah tegas dengan menerapkan sistem reward and punishment. Salah satunya adalah potongan gaji kepada para staf yang tak menggunakan peci dalam bekerja melayani warga sebesar Rp.25 ribu per hari. Begitu juga dengan aparatur desa yang bolos,” katanya, Kamis (16/1/2020).
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Aparatur Desa Perangkat Desa Reward Punishment Pemerintah Desa Desa Cimanggis Gaji UMR Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi