aqua

Kisruh Pilkades Neglasari Kadupandak Belum Usai

Diduga calon kepala desa tidak bisa baca, tulis dan berhitung

Tim Advokasi Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Cianjur, Ustad Yana Nurzaman. (Foto: Mul/Jabarnews)

JABARNEWS | CIANJUR - Polemik Pilkades serentak 2020 di Desa Neglasari, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, (Cianjur Selatan), Jawa Barat, masih belum tuntas. Kini, terus menjadi polemik atas keberatan dari salah satu bakal calon balon (balon) yang mengadu.

Hal tersebut, menjadi ada dugaan kerawanan kecurangan pihaknya, hingga Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Kabupaten Cianjur menilai hasil investigasi dan wawancara langsung dengan beberapa warga setempat.

Baca Juga:

Pilkades Rancagoong Cianjur, Mulai Masuk Tahapan Pendaftaran

Istri Maju Melawan Suami Bertarung Pilkades di Cianjur



Presiden dari Tim Advokasi Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Cianjur, Ustadz Yana Nurzaman meminta, agar panitia Pilkades serentak tingkat Kabupaten Cianjur, bersama-sama dengan untuk memeriksa data siswa pada buku induk di SD Linggajaya.

"Nah, itu untuk membuktikan kebenaran dan keabsahan status tamat tidaknya pendidikan SD salah satu bakal calon (balon) kades di desa tersebut," katanya, kepada jabarnews.com, Minggu (26/01/2020).

Masih kata Yana, untuk membuktikan kemampuan dasar balon kades yang sama, tentang dugaan ketidakmampuan dasar calistung (baca tulis hitung) Panpilkades tingkat kabupaten.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Pilkades Serentak Cianjur Deklarasi Damai Cianjur BPMPD Cianjur Pendaftaran Pilkades Tes Tertulis Pilkades Ampuh Cianjur Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

Anggaran Pilkades Serentak di Cianjur Capai Rp 11 Miliar

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi