Sokola Institut: Orang Rimba Melawan Setan Bermata Runcing

Orang rimba menyebut pensil atau alat tulis sebagai "setan bermata runcing". Setan itu begitu menyeramkan karena kerap membawa perubahan negatif terhadap masyarakat adat.

Para penulis buku Melawan Setan Bermata Runcing, Butet Manurung dan Fadilla M Apristawijaya berfoto bersama saat acara bedah buku di Jalan Sumatera, Kota Bandung. (Foto: Antara)

JABARNEWS | BANDUNG - Terinspirasi dari pengalaman yang kerap menjadi permasalahan masyarakat adat. Orang rimba menganggap orang luar yang pandai membaca dan menulis menggunakan bacaan hukum dan peraturan untuk mencaplok hutan mereka.

Dengan mengembangkan berbagai program pendidikan sebagai usaha membantu masyarakat adat setempat dalam menghadapi berbagai persoalan dengan tetap mempertahankan adat istiadat.

Baca Juga:

Pemkab Purwakarta Terapkan Program Pendidikan Tujuh Hari Istimewa

Wow.. Kang Emil Mendapat Gelar Lalaki Langit Lalanang Jagat



Menjadi seseorang yang berpendidikan tinggi dan memiliki kekayaan finansial yang melimpah adalah tujuan bagi rata-rata setiap orang yang hidup di zaman modern, meski tujuan itu belum tentu benar bagi Sokola Institut yang didirikan sejak 2003.

Pendiri Sokola Rimba (Sokola Institut), Butet Manurung mengatakan, melalui buku "Melawan Setan Bermata Runcing"  ia mau menunjukkan bahwa para relawan pendidik masyarakat adat harus memahami metode mengajar yang baik dan mengerti kondisi sekitarnya tanpa membuat seseorang yang terdidik memiliki pola pikir destruktif.

"Jadi model pendidikannya itu bukan diarahkan menjadi seperti masyarakat kota,  tapi model pendidikannya menguatkan adat, bagaimana hutan tidak hilang," kata Butet di Bandung, Sabtu (1/2/2020).
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Sokola Institute Program Pendidikan Masyarakat Adat Melawan Setan Bermata Runcing Kearifan Lokal Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi