Live Stream Bandung 132 TV


Sultan Cirebon Surati Walikota Soal Perusakan Sultan Matangaji

Petilasan tersebut merupakan tempat persembunyian Sultan Matangaji ketika melawan penjajahan.

Situs petilasan Sultan Matangaji pasca ditimpa urugan tanah proyek pembangunan. (Foto: Net)

JABARNEWS | CIREBON - Aktivitas pembangunan tanpa koordinasi dengan Keraton Kasepuhan terkait pembangunan yang telah merusak salah satu situs jejak leluhur petilasan Sultan Matangaji tertimbun dengan tanah galian.

Atas kejadian itu Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat mengaku prihatin dengan adanya pembangunan perumahan yang merusak petilasan Sultan Matangaji.

Baca Juga:

Blusukan Jokwi ke Bogor Tak Temukan Obat Covid-19, Bima Arya: Distributor Kosong

PPKM Darurat, Pemdes Wangunjaya Naringgul Gencar Semprotkan Disinfektan



"Kita sangat prihatin dengan adanya kejadian perusakan yang dilakukan oleh pengembang perumahan terhadap petilasan Sultan Sepuh V Matangaji," kata Sultan Arief di Cirebon, Kamis (20/2/2020).

Sultan Arief menjelaskan, di Cirebon terdapat banyak situs budaya. Sehingga, dia berharap kepada pengembang dan semua pihak yang berkepentingan berhati-hati jika hendak menggarap proyek bangunan. Terutama memperhatikan kondisi lahan dan lingkungan sekitar apakah ada situs atau tidak.

Menurutnya, apa pun pembangunannya, sebaiknya menghindari perusakan situs yang merupakan bagian dari jejak sejarah Cirebon. Karena itu, dirinya berharap kepada pemerintah daerah dan pihak swasta memperhatikan tempat-tempat bersejarah warisan leluhur.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Situs Sejarah Situs Budaya Sultan Matangaji Keraton Kasepuhan Cirebon Walikota Cirebon Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi