Negara Butuh Uang, Sekda KBB: Kejar Penunggak Wajib Pajak

Ada dua sektor pajak yakni Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang sangat potensial untuk menambah PAD.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat, Asep Sodikin. (Foto: Net)

JABARNEWS | BANDUNG - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mendorong masyarakat untuk membayar pajak guna meningkatkan pendapatan negara dari sektor pajak. Salah satunya dengan terus mengejar para penunggak wajib pajak (WP) yang tak kunjung menunaikan kewajibannya di tahun 2019 lalu.

Untuk diketahui, ada dua sektor pajak yakni Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang sangat potensial untuk menambah PAD.

Baca Juga:

Tempat Usaha Di Purwakarta Akan Dipasang Tapping Box

Ini Wilayah Yang Mendapatkan Penurunan Nilai PBB Di Majalengka



"Harus barani dikejar sampai melunasi kewajibannya," tegas Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat, Asep Sodikin.

Asep Sodikin menyatakan, para WP yang belum menunaikan kewajibannya pada tahun lalu akan terus dikejar tahun ini. Sebab, kalau tidak ditagih piutang pajaknya akan terus meningkat, terutama soal PBB.

“Potensi PAD dari sektor PBB sangat besar. Tahun lalu, tercatat raihan dari PBB tercapai diangka Rp 96 miliar dari target Rp 167 miliar. Tugas Badan Pengelolaan Keuangan Daerah yang harus menyosialisasikan serta harus mampu merangsang agar masyarakat mau membayar pajak, seperti mengkaji penghapusan denda pajak,” ujar Asep di Ngamprah, KBB, Kamis (20/2/2020).
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Penunggak Pajak Wajib Pajak Pajak Bumi dan Bangunan Sekda KBB Asep Sodikin Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

Panen Jelek Sebabkan Tunggakan PBB di Majalengka

Bupati Bandung Barat Soroti Kebersihan Kantor PBB

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi