Lindungi Lahan Pertanian dari Alih Fungsi, Ini Langkah Pemkab Sukabumi

Siapa aja yang secara tidak langsung melakukan alih fungsi lahan akan mendapat ancaman hukuman selama lima tahun penjara dan denda sebesar Rp 5 Miliar

Area pesawahan di sebelah bangunan. (Foto: Net)

JABARNEWS | SUKABUMI - Konversi lahan pertanian menjadi non pertanian menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan pertanian. Menyusutnya lahan pertanian akan berdampak besar terhadap upaya pemerintah meningkatkan produksi pangan hingga mengancam ketahanan pangan nasional.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berupaya mempertahankan keberadaan lahan pertanian dari alih fungsi yang selama ini digunakan petani untuk memproduksi berbagai jenis tanaman pangan .



"Dari pendataan yang kami lakukan luas lahan pertanian ada 64.077 hektare, namun berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang masuk dalam pola ruang yakni seluas 55 ribu hektare, luas lahan ini tentunya harus dipertahankan dari alih fungsi," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Iyos Somantri di Sukabumi.

Menurutnya,  lahan yang tidak masuk dalam RTRW akan dijadikan cadangan, karena bisa saja sewaktu-waktu ada pembangunan strategis yang dilakukan pemerintah baik pusat maupun daerah.

Apalagi, saat ini di kabupaten terluas di Pulau Jawa dan Bali ini tengah dibangun berbagai sarana untuk akses transportasi seperti jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), jalur ganda kereta api Sukabumi-Bogor dan dalam waktu dekat Bandara Sukabumi akan dibangun.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Alih Fungsi Lahan Kementerian Pertanian Pembangunan Pertanian Ketahanan Pangan Nasional Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi