Live Stream Bandung 132 TV


Sejak Januari 2020, Pasar Modal Alami Penurunan

sejak Januari 2020 hingga saat ini mengalami penurunan 21 persen.

Ilustrasi. (Foto: Net)

JABARNEWS | BANDUNG - Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal II OJK Fahri Hilmi menjelaskan terdapat tiga faktor yang menyebabkan pasar modal Indonesia mengalami tekanan yang secara year to date (ytd) sejak Januari 2020 hingga saat ini mengalami penurunan 21 persen.

“Sekarang indeks sudah liar bisa dibayangkan biasanya 6.000 sekarang 4.948 jadi year to date dari Januari sudah turun 21 persen, lalu dari Maret tahun lalu sudah turun 24 persen,” katanya di Hotel Mercure, Padang, Kamis (12/3/2020).

Baca Juga:

Polisi Tangkap Ratusan Preman di Sumatera Utara

Niat Ingin Ngamar, Empat Pasangan Malah Tidur di Polsek Tawang Tasikmalaya



Fahri menyatakan tekanan tersebut tidak hanya terjadi untuk pasar modal Indonesia saja, namun juga beberapa negara lain seperti Singapura turun 3,04 persen dan Hang Seng 3,68 persen.

“Sebenarnya tidak hanya Indonesia tapi indeks-indeks negara lain juga. Singapura sudah turun 3,04 persen, Hang Seng 3,68 persen, Nikkei 4,41 persen dan itu berlanjut minimal sejak satu bulan terakhir,” katanya.

Menurut Fahri, tekanan terhadap pasar modal dunia tersebut disebabkan oleh tiga faktor, yaitu wabah virus corona atau Covid-19, perang harga minyak, dan penurunan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed).
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Pasar modal BEI OJK Bursa Saham Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi