Ini Jurus Kementan Penuhi Kebutuhan Sayuran di Ibu Kota Baru

Kolaborasi dengan Pemerintah Belanda menjadi salah satu cara dalam upaya pemenuhan kebutuhan itu.

Wakil Menteri Pertanian Alam dan Kualitas Pangan Belanda, Jan-Kees Goet (Foto: Net)

JABARNEWS | PURWAKARTA - Pemerintah dinilai perlu membuat perencanaan terkait ketahanan pangan untuk wilayah Ibu Kota Baru di Penajem Paser dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Saat ini, sebagian besar sumber karbohidrat di Kalimantan berasal dari luar pulau, seperti Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Bila terjadi lonjakan konsumsi beras, ia memperkirakan harga distribusinya lebih tinggi lantaran berasnya berasal dari luar pulau.

Atas dasar itu Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong ibu kota baru Republik Indonesia (RS) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) untuk pemenuhan komoditi sayuran secara mandiri. Tentunya kolaborasi dengan Pemerintah Belanda menjadi salah satu cara dalam upaya pemenuhan kebutuhan itu.

Baca Juga:

Zona Merah, PPKM di Kabupaten Bandung Barat Kemungkinan Diperpanjang

Cegah Covid-19, Anggota Polresta Bandung Tak Lagi Bersentuhan



Wakil Menteri Pertanian Alam dan Kualitas Pangan Belanda, Jan-Kees Goet menyebutkan, keberhasilan produksi hortikultura sangat ditentukan oleh penggunaan benih varietas unggul.

“Oleh karena itu, ketersediaan benih unggul secara berkelanjutan berperan penting dalam memajukan sektor pertanian di suatu negara,” tutur Alam.

Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto mengatakan sesuai arahan Menteri Pertanian agar bagaimana ibu kota baru bisa penuhi kebutuhan sayuran.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Ibukota Baru Menteri Pertanian Ketahanan Pangan Penajam Paser Utama Kementan Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

JMN Channel

tag populer

unduh aplikasi