Labkes Bandung Sebut Virus Corona Ikut Mati Usai Jenazah Dimakamkan

warga jangan takut, karena virus itu tidak begitu saja mudah ditularkan dari udara.

Ilustrasi. (Foto: Net)

JABARNEWS | BANDUNG - Kepala UPT Laboratorium Kesehatan (Labkes) Dinas Kesehatan Kota Bandung Tati Sutarti mengatakan virus Corona yang ada pada jenazah pasien akan ikut mati setelah dimakamkan.

"Virus itu membutuhkan media (inang) untuk menempel dan oksigen agar bisa bertahan. Sementara di tubuh jenazah yang sudah meninggal serta terkubur dalam tanah, tidak memungkinkan lagi ada oksigen yang masuk," ujar Tati Sutarti di Bandung, Minggu, (05/04/2020)

Baca Juga:

Inilah Daftar 56 Temuan Hoax Terkait Virus Corona

Menkominfo Sebut Hoax Terkait Corona Merugikan Bangsa



Menurutnya, virus Corona memiliki batasan masa aktif dalam tubuh jenazah. Kemudian, dengan dilakukannya pemakaman akan mempercepat virus itu mati.

Kemudian kata dia, warga jangan takut, karena virus itu tidak begitu saja mudah ditularkan dari udara, tapi harus dengan droplet (percikan air liur). Kemudian kalau sudah dimakamkan virusnya juga akan segera mati dalam tanah karena tidak ada oksigen.

“Kalau masih ada oksigen, virus masih bisa bertahan hidup. Tapi kalau sudah dimakamkan tidak ada oksigen tentu segera mati virusnya. Paling lama juga sekitar delapan jam dalam tubuh kalau sudah meninggal, apalagi dimakamkan. Makam kedalamannya itu minimal 1,5 meter, itu sudah tidak ada oksigen," katanya.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Covid-19 Virusa Corona Korban Corona Pemakaman Corona Penularan Covid-19 Jabarnwes Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

Antisipasi COVID-19, Imigrasi Sukabumi Panggil Perusahaan Jasa TKA

Waduh! Wakil Menkes Ini Dinyatakan Positif Idap Covid-19

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi