Akademisi Minta Pembahasan RUU Ciptaker Pertimbangkan Berbagai Kajian

RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja akan merevisi 51 pasal dari UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan

Akademisi Universitas Islam Sunan Gunung Djati Bandung, M Yusuf. (Foto: MMR IAIN SGD Bandung).

JABARNEWS | BANDUNG - Akademisi Universitas Islam Sunan Gunung Djati Bandung, M Yusuf melakukan kajian terkait kontroversi Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja (Ciptaker). Menurutnya, RUU yang kini mulai dibahas Badan Legislasi DPR RI masih terus menuai kontroversi.

Dalam situasi inilah, tidak hanya opini beberapa pihak yang patut didengar, DPR juga harus melihat kajian atau diskusi publik yang membahas secara ilmiah dan obyektif isi RUU. Oleh karenanya, perlu diperkaya dengan kajian-kajian dari berbagai perspektif.

Baca Juga:

Ngantre!... Anggota DPR Kembali Terjerat Kasus Korupsi

Helikopter Angkut Rombongan Caleg DPR RI Jatuh Di Tasikmalaya



"Karena ini kan Omnibus Law, gabungan banyak undang-undang. Kebayang kan, ini tuh bangunan atau rancangan bangunan yang sangat besar. Kalau dia dibuat dengan tujuan memperbaiki iklim perekonomian, artinya banyak aspek yang harus dibahas di situ," kata Yusuf dalam hasil kajian Madrasah Malam Reboan (MMR) IAIN SGD Bandung yang diterima, Rabu (8/4/2020).

"Yang diperbaiki yang mana, yang diperdalam yang mana, yang didiskusikan yang mana harus jelas. Memang tidak mungkin diterima semua, atau sebaliknya, ditolak semua, padahal dibahas saja belum," tambahnya.

Peneliti dan akademisi ini menyatakan, dalam salah kajiannya bersama kolega akademisi lain, RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja akan merevisi 51 pasal dari UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Berdasarkan outlook perekonomian 2020 yang dirilis oleh Kementerian Koordinator Perekonomian, isu ketenagakerjaan menjadi salah satu tantangan internal atas perekonomian Indonesia pada tahun depan.
Halaman selanjutnya 1 2 3 4
Tags : Universitas Islam Sunan Gunung Djati DPR RI Omnibuslaw RUU Ciptakerja Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

Komisi X DPR RI Menilai Persiapan UN di Purwakarta Cukup Baik

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi