Pengamat: Mudik Orang Indonesia Tak Bisa Diimbau, Tapi Harus Dilarang

Sulit diimbau untuk tidak mudik apalagi kegiatan setahun sekali itu sudah menjadi tradisi.

Ilustrasi Mudik di Indonesia (Foto: Net)

JABARNEWS | JAKARTA - Pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo menilai karakter orang Indonesia sulit diimbau untuk tidak mudik apalagi kegiatan setahun sekali itu sudah menjadi tradisi, sehingga untuk mencegah penyebaran COVID-19 seharusnya mudik dilarang.

“Urusan imbau-mengimbau itu tidak ada di peraturan, kalau mengimbau tidak perlu diatur, lepas saja. Orang Indonesia harus dikenakan sanksi,” kata Agus, Selasa (04/14/2020).

Baca Juga:

BNPB: Gempa Sulbar, 81 Orang Meninggal di Mamuju dan Majene

Hari Ini, Bandung Diprediksi Akan Hujan Ringan Siang Sampai Malam



Dia menjelaskan apabila mudik tidak dilarang imbasnya ke pemerintah daerah dan bisa menimbulkan kerusuhan sosial (social unrest) apabila pemerintah tidak mengambil tindakan pada saat ini.

“Pemerintah harus mengeluarkan uang, apalagi ada Keppres baru, pemerintah harus segera mengatur,” katanya.

Dalam kesempatan sama, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Agus Taufik Mulyono menilai imbauan ini sifatnya ambigu karena dalam Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019, belum mencakup adanya pelarangan mobilitas mudik, melainkan pembatasan orang-orang berkumpul.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Mudik Indonesia Pengamat Public Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperloakl

berita terkait

Ade Yasin Berduka, Dua Nakes di Bogor Wafat Terpapar Covid-19

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

JMN Channel

tag populer

unduh aplikasi