Di Cimahi, Bantuan Gubernur Via Ojol Dikembalikan Warga

Bansos ditolak karena warga sebelumnya telah mendapatkan bantuan PKH

Driver Ojek Online berdatangan ke kantor kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi karena ada penolakan saat mengantar bantuan sembako dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. (Foto: Warga)

JABARNEWS | CIMAHI - Sejumlah warga di Cimahi menolak bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk warga miskin yang terkena dampak ekonomi oleh wabah pandemi Covid-19.

Penolakan tersebut terjadi di RW 03 Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat saat 4 driver ojek online (Ojol) yang mengantar 9 paket sembako untuk warga RW 03 ini ternyata mendapat penolakkan dari 2 orang warga RT 04 RW 03 Citeureup.

Baca Juga:

Melonjak, Eksistensi Ojol Di Purwakarta

Tarif Ojek Online Ditetapkan Berdasarkan Zona Wilayah



Salah satu warga Cimahi, Saeful Bahri (36) menjelaskan alasan kenapa ada penolakkan karena ke-9 warga tersebut telah mendapatkan bantuan Program Keluarha Harapan (PKH) sehingga menyebabkan kecemburuan sosial diantara warga.

"Jadi itu dapetnya double. Bantuan PKH minggu kemaren yang bersangkutan dapet sekarang dapet lagi jadi ada kecemburuan sosial di warga," kata Saeful kepada jabarnews.com, Senin (20/4/2020).

Menurutnya, jika melihat dari pernyataan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dan Walikota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna bahwa bantuan ini tidak untuk warga yang sudah menerima PKH.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Bantuan Sosial Ojek Online Penolakan Bantuan Sosial Penerima Keluarga Harapan Kota Cimahi Bansos Pemprov Jabar Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

Diskon Dihapus Kemenhub, Driver Online Khawatir

Dinsos Cianjur Ajukan Bantuan Rehab Rutilahu 92 KK

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi