DPRD Jabar Minta Pelatihan Prakerja Diganti Dengan BLT

Saat ini para pengangguran atau tunakarya lebih membutuhkan bantuan tunai untuk bertahan hidup

Gedung DPRD Jabar (Foto: Net)

JABARNEWS | BANDUNG - Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Abdul Hadi Wijaya meminta pemerintah meninjau ulang penyedia jasa pelatihan online dalam Program Kartu Prakerja yang mengakomodir penyedia jasa pelatihan online untuk penanganan pengangguran di Tanah Air.

Abdul Hadi menilai pelatihan daring (online) paket kartu Prakerja layak dicoret, gagasan agar ada modifikasi paket prakerja dari Kementerian Tenaga Kerja atau Kementerian Koordinator Perekonomian untuk wilayah Jawa Barat.

Baca Juga:

Dorong Keterlibatan Politik Perempuan

Infrastruktur Perikanan Harus Jadi Prioritas



"Saya menyampaikan saat ini para pengangguran atau tunakarya lebih membutuhkan bantuan tunai untuk bertahan hidup," kata Hadi, Jumat (17/4/2020) lalu.

Dirinya menambahkan di tengah maraknya PHK pemerintah semestinya fokus menjaga konsumsi masyarakat.

"Sehingga aset mereka, seperti smartphone, biasanya telah mereka gadaikan atau jual untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Kalaupun tidak, mereka tak akan sanggup membeli pulsa yang cukup karena uang yang ada telah dialihkan untuk kebutuhan lainnya yang lebih prioritas," ujar Hadi.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : DPRD Jabar Komisi V Abdul Hadi Wijaya Perda Penyelenggara Pendidikan Penerimaan Peserta Didik Baru Pandemi Corona Kartu Prakerja Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

Sosialisasi Siap Jabar dan K-Mob

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Kewirausahaan Daerah

Anggota Bertambah Ruangan DPRD Jabar Dirombak

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi