aqua

DPD RI Desak Pemerintah Segera Produksi Massal Ventilator

Dengan menugaskan PT Pindad untuk memproduksi massal alat bantu pernafasan atau ventilator

Ketua DPD RI La Nyala Mahmud Mattalitti menyambangi PT Pindad Persero meninjau alat bantu pernafasan atau ventilator. (Foto: Humas DPD RI)

JABARNEWS | BANDUNG - Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mendesak pemerintah pusat untuk segera menugaskan PT Pindad Persero memproduksi massal alat bantu pernafasan atau ventilator yang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit di seluruh Indonesia, terutama rumah sakit rujukan pasien Covid-19.

“Bayangkan harga produk impor sekarang bisa mencapai 900 juta hingga 1 milyar rupiah. Sementara Pindad bisa buat dari yang paling sederhana di angka 10 juta rupiah hingga yang paling mahal di angka 100 juta rupiah," jelasnya. Senin (20/4/2020).

Baca Juga:

Tugas Badan Kehormatan Bukan Cari Kesalahan DPD

Jabatan Selesai, Ini UU Hasil Godokan DPD RI Periode 2014-2019



La Nyalla meminta kepada pemerintah untuk lebih memanfaatkan ciptaan anak bangsa. Pasalnya harga yang ditawarkan Pindad jauh di bawah harga produk impor dan komponen bahan bakunya, 100 persen lokal.

"Saya rasa, kalau pemerintah serius dalam penanggulangan Covid-19, segera tugaskan Pindad untuk produksi massal, dan distribusikan ke rumah sakit di 34 provinsi di Indonesia,” tambah La Nyalla.

Saat ini, PT Pindad Persero telah menyiapkan dua produk ventilator. Yang pertama, Ventilator Resusitator Manual (VRM) dan serta dua type Ventilator Covent-20. Yakni type CPAP (oksigen terapi) dan type CMV (pasien gagal nafas). Untuk VRM dipatok di harga Rp. 10 juta. Sedangkan Covent-20 CPAP di kisaran Rp. 60 juta dan Covent-20 CMV di angka Rp. 100 juta.
Halaman selanjutnya 1 2 3 4
Tags : DPD RI La Nyalla Mataliti PT Pidad Persero Alat Bantu Pernafasan Produksi Massal Ventilator Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

Hujan Interupsi Rapat Paripurna DPD Ricuh

Deuh! Ada Anggota DPR dan DPD Terpilih Belum Serahkan LHKPN

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi