aqua

Takut Corona Bisa Jadi Musyrik? Ini Kata MUI

Ada kecenderungan sejumlah orang yang bicara lantang hanya boleh takut kepada Allah saja

Ilustrasi, Majelis Uama Indonesia, (Foto: Net)

JABARNEWS | JAKARTA - Majelis Uama Indonesia menanggapi dengan adanya aggapan bahwa takut virus SARS-CoV-2 atau Covid-19 berarti musyrik atau mempersekutukan Tuhan.

Sekretaris Jenderal Majelis Uama Indoneia Anwar Abbas meminta umat Islam untuk dapat membedakan takut terhadap virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 dengan perbuatan menyekutukan Allah SWT atau musyrik.

Baca Juga:

MUI dan Tokoh Agama di Purwakarta Tolak Ajakan People Power

MUI Purwakarta: Perbedaan Pilihan Politik Jangan Timbulkan Pertentangan



"Tentu tidak (sama), karena takut kepada Allah sebagai khalik adalah berbeda dengan takut kepada lain-Nya atau makhluk," kata Anwar kepada wartawan di Jakarta, Senin (20/4/2020)

Dia mengatakan ada kecenderungan sejumlah orang yang bicara lantang hanya boleh takut kepada Allah saja dan tidak boleh takut kepada makhluk dalam hal ini virus corona jenis baru.

Menanggapi hal itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu mengatakan umat agar dapat memilah rasa takut dalam diri manusia.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Covid-19 Virus Corona MUI Musyrik Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

Pemilih Vs Golput

MUI Tidak Pernah Menerbitkan Fatwa Golput

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi