aqua

MUI: ODP, PDP dan Positif Covid-19 Haram Datangi Masjid

Beresiko menularkan Covid-19, sehingga membuat tempat ibadah justru menjadi media penularan penyakit.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Muhyiddin Junaidi. (Foto: Net)

JABARNEWS | JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Muhyiddin Junaidi mengatakan haram hukumnya bagi orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan Positif COVID-19 untuk bercampur dengan jamaah sehat di masjid karena berisiko menulari virus corona.

"Bagi yang sudah ODP, PDP apalagi positif, haram bagi mereka shalat berjamaah baik di mushalla atau masjid," kata Muhyiddin dalam telekonferensi yang dipantau dari Jakarta, Rabu (22/04/2020).

Baca Juga:

MUI Purwakarta: Perbedaan Pilihan Politik Jangan Timbulkan Pertentangan

Pemilu Berjalan Lancar, Pemuka Agama Apresiasi Penyelenggara



Dia mengatakan dengan berkumpulnya ODP, PDP dan positif COVID-19 dengan jamaah sehat dapat menularkan virus SARS-CoV-2 kepada orang lain sehingga membuat tempat ibadah justru menjadi media penularan penyakit.

Sementara itu, Muhyiddin mengingatkan bagi umat Islam di daerah-daerah yang sudah tergolong sebagai rentan penularan COVID-19 tingkat tinggi (zona merah) dan sedang (zona kuning) agar tidak menyelenggarakan kegiatan berjamaah. Sebaiknya melakukan ibadah di rumah saja baik itu ritual wajib dan sunah.

Sedangkan di area hijau atau dengan ancaman COVID-19 rendah, kata dia, umat agar tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan dengan ibadah berjamaah mengenakan masker, menjaga jarak, sering mencuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh area muka dan prosedur penting lainnya.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : MUI Shalat Berjamaah Virus Corona Penyebaran Corona Jabarnews berita Jawa barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

Pemilih Vs Golput

MUI Tidak Pernah Menerbitkan Fatwa Golput

Game PUBG Haramkah?

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi