aqua

Sejumlah Daerah Alami Cuaca Terik, Ini Penyebabnya

Banyak daerah yang mengalami suhu maksimum 34 derajat sampai 36 derajat Celsius.

Prakiraan cuaca dari BMKG. (Foto: BMKG)

JABARNEWS | BANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan cuaca terik dan gerah yang terasa belakangan ini terjadi akibat beberapa faktor seperti suhu udara yang tinggi, kelembaban udara yang rendah.

Suhu dan kelembaban tinggi ini terutama terjadi pada kondisi langit cerah dan kurangnya awan. Sebab, pancaran sinar matahari langsung lebih banyak diteruskan ke permukaan Bumi.

Baca Juga:

Sekitar 300 Pegawai RSHS Ikuti Rapid Test

Pemprov Jabar Lakukan Rapid Test Pada Karyawan RSHS



"Namun fenomena suhu udara tinggi yang terjadi saat ini tampaknya lebih dikontrol oleh pengaruh posisi gerak semu matahari dan mulai bertiupnya angin monsun kering dari benua Australia," tulis Deputi Bidang Klimatologi, Herizal dikutip dari laman CNNIndonesia.com, Kamis (23/4/2020).

Perubahan musim ini berdampak pada kurangnya tutupan awan di atas wilayah Indonesia, sehingga sinar matahari langsung mencapai permukaan bumi tanpa adanya penghalang awan.

Lebih lanjut, data BMKG pada hari ini pun menunjukkan potensi hujan yang makin lemah di Indonesia. Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan hanya mengalami hujan ringan. Sementara titik hujan lebat hanya tampak di beberapa titik di Sumatera, Papua, dan sebagian kecil Sulawesi.
Halaman selanjutnya 1 2 3 4 5
Tags : Kondisi Cuaca Kondisi Panas Terik Cuaca Panas Suhu Daerah Derajat Celcius BMKG Suhu Maksimum Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

FBBN 2019 Akan Digelar Di Bogor Pekan ini

Aksi Begal di Cianjur Sikat Tukang Ojeg Pengkolan

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi