Live Stream Bandung 132 TV


Waduh, 1.400 Akun WhatsApp Diretas

Kasus peretasan ini juga dilakukan terhadap para jurnalis di India dan kaum pemberontak di Rwanda.

Ilustrasi- WhatsApp diretas. (Foto: Daily Express)

Dalam dokumen terbaru di pengadilan, WhatsApp juga menyatakan bahwa peretasan terhadap 1.400 akun WhatsApp itu dikendalikan dari serverNSO Group di Amerika Serikat, dan bukan dari server klien pemerintahan.

WhatsApp mengatakan korban peretasan menerima panggilan telepon dari fitur WhatsApp Call, yang telah dimodifikasi oleh NSO di softwarePegasus.

Baca Juga:

Inilah Tiga Manfaat Akar Kelapa Bagi Kesehatan

Kematian Akibat Covid-19 di Kota Ini Cukup Tinggi, Sehari Capai 21 Orang



"NSO menggunakan jaringan komputer untuk memantau dan memperbarui Pegasus setelah ditanamkan di perangkat pengguna. Komputer yang dikontrol NSO ini berfungsi sebagai pusat jaringan, tempat di mana NSO mengendalikan operasi dan pelanggan Pegasus," tulis WhatsApp, dikutip dari The Guardian.

Dalam hal ini, WhatsApp bilang NSO memperoleh "akses yang tidak sah" ke server-nya dengan melakukan rekayasa di balik aplikasi WhatsApp untuk memanipulasi fitur panggilan.

Perusahaan Israel itu tetap membela diri kepada The Guardian, bahwa mereka tak memiliki kapasitas bagaimana klien pemerintah memakai software Pegasus. Mereka juga tidak tahu siapa saja target dari sebuah pemerintahan.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Akun WhatsApp Diretas WhatsApp Kasus Peretasan Mata-Mata NSO Group Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi