Live Stream Bandung 132 TV


Waduh, 1.400 Akun WhatsApp Diretas

Kasus peretasan ini juga dilakukan terhadap para jurnalis di India dan kaum pemberontak di Rwanda.

Ilustrasi- WhatsApp diretas. (Foto: Daily Express)

“Produk kami digunakan untuk menghentikan terorisme, mengekang kejahatan dengan kekerasan, dan menyelamatkan nyawa. NSO Group tidak mengoperasikan softwarePegasus untuk kliennya,” kata perusahaan itu.

"Pernyataan kami sebelumnya tentang bisnis kami, dan sejauh mana interaksi kami dengan pelanggan intelijen dan penegak hukum pemerintah kami, adalah akurat."

Baca Juga:

Pekerja Informal Di Jalan Kota Bandung, Dapat Bantuan Beras Paket 5kg

Bank Bjb Kembali Raih Penghargaan Prestisius Di Indonesia Financial Top Leader Award 2021



Seorang ahli keamanan dari perusahaan software Citizen Lab di Kanada, John Scott-Railton, menyatakan bahwa kendali NSO terhadap server di Amerika Serikat ini memperlihatkan NSO memiliki catatan log, termasuk IP address, dari pengguna yang jadi target untuk dimata-matai. Scott-Railton sendiri membantu bekerja untuk WhatsApp dalam mengungkap kasus ini.

“Apakah NSO melihat log itu atau tidak, tidak ada yang tahu? Tapi ini adalah fakta bahwa pernyataan mereka bertentangan dengan apa yang sebenarnya terjadi," kata Scott-Railton.

NSO akan menyampaikan tanggapan hukumnya ke pengadilan dalam beberapa hari mendatang. (Red)
Halaman sebelumnya  1 2 3
Tags : Akun WhatsApp Diretas WhatsApp Kasus Peretasan Mata-Mata NSO Group Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

Ini Yang Akan Terjadi Jika Malas Ganti Celana Dalam Setelah Mandi

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi