aqua

Pemerintah Diharapkan Usut Kasus Pelarungan Jenazah ABK

Pelarungan jenazah ABK itu, tindakan di luar perikemanusiaan sebagai bangsa yang berpegang kepada Pancasila.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin. (foto: Net)

JABARNEWS | BANDUNG - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin berharap pemerintah mengusut tuntas kasus pelarungan jenazah anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di kapal China.

"Bahwa sesuai dengan amanat konstitusi untuk melindungi segenap rakyat Indonesia, pemerintah harus mengusut perkara tersebut dan mengajukan protes ke pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pelarungan jenazah ABK asal Indonesia, termasuk kepada pemerintah China yang menaungi kapal tempat ABK itu bekerja," ujar Din Syamsuddin dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (10/05/2020)

Baca Juga:

Pulangkan WNI dari Wuhan Seluruh Penumpang Disemprot Cairan Disinfektan

Langkah Strategis Pemerintah Indonesia Tangani Wabah Virus Corona



Din menyebut pelarungan jenazah ABK itu sebagai tindakan di luar perikemanusiaan dan sebagai bangsa yang berpegang kepada Pancasila dengan prinsip adil dan beradab, Indonesia tidak boleh membiarkannya begitu saja.

"Inilah saatnya kita menunjukkan diri sebagai bangsa yang berpegang teguh pada Pancasila, tidak dalam kata-kata tapi dalam perbuatan nyata," katanya.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Kamis (7/5) menyatakan pemerintah Indonesia sudah meminta otoritas China melakukan penyelidikan terhadap kapal-kapal yang terlibat dalam pelarungan jenazah ABK asal Indonesia dari kapal ikan berbendera China.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Pelarungan Abk ABK China WNI Pelarungan Jenazah Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

Evakuasi WNI di China Direncanakan Gunakan Batik Air

Ada Ratusan WNI di Luar Negeri Terancam Hukuman Mati

Sah! Fabiano Beltrame Akhirnya Resmi Jadi WNI

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi