aqua

Pedagang Pasar Cikurubuk Mengeluh, Ini Aduannya

Jam operasional singkat memicu kerumunan dan lonjakan pembeli

Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya. (Foto: Tony/Jabarnews)

JABARNEWS | TASIKMALAYA - Ketua Himpunan Pedagang Pasar Tasikmalaya (Hipatas) Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, H. Jahid menilai bahwa aturan pemberlakuan jam operasional Pasar Cikurubuk yang relatif singkat dapat memicu kerumunan dan terjadi lonjakan pembeli, hal tersebut tidak selaras dengan spirit penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat

"Selain kurang berpihak terhadap para pedagang karena dinilai terlalu singkat, aturan jam operasional Pasar Cikurubuk dari mulai pukul 04.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB tersebut jelas sangat menjadi beban para pedagang di Pasar Cikurubuk," ujar Ketua Hipatas Cikurubuk, H. Jahid, saat ditemui Jabarnews.com, Minggu (10/5/2020).

Baca Juga:

Bagaimana Mau Lawan Corona, PSBB Malah Amburadul

Belanja Pasar Cikurubuk Online Belum Familiar Dikalangan Masyarakat Kecil



"Jadi dengan aturan tersebut, hendaknya Pemkot Tasik mengkaji ulang dampaknya seperti apa jika memberlakukan jam operasional tersebut, jangan sampai para pedagang menjadi rugi, karena tidak semua pedagang ada yang buka pukul 04.00 dinihari, hampir sebagian ada yang buka pukul 08.00-09.00 bahkan ada yang baru buka pukul 10.00 WIB," tambahnya.

Menurutnya, Pasar Cikurubuk sendiri terbagi menjadi 3 sesi, Pasar Pagi, Pasar Sore dan Pasar Malam,

"Nah dengan sesi itu Pemkot harus bisa menyesuaikan waktu sesuai keinginan para Pedagang, jangan sampai pedagang yang baru bongkar muat hanya kebagian waktu sedikit untuk berjualan, jadi dalam hal ini Pemkot perlu datang dan mengambil langkah sosialisasi baiknya seperti apa," ungkapnya.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : PSBB Tasikmalaya Jam Operasional Pasar Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi