Nahdlatul Ulama Sikapi Pelaksanaan PSBB Di Kabupaten Purwakarta

NU Purwakarta menyarankan agar PSBB tidak diperpanjang, dan difokuskan terhadap pembatasan sosial skala komunal saja.

Ketua PCNU Kab. Purwakarta H. Bahir Muhlis. (Foto: Red)

JABARNEWS | PURWAKARTA - Pandemi Covid-19 yang diikuti dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Purwakarta mendapatkan perhatian serius dari Nahdlatul Ulama.

Perhatiannya tertuju terhadap dua hal, yaitu kemampuan Pemkab dalam pelaksanaan PSBB dan langkah antisipasi dampak sosial-ekonomi masyarakat Purwakarta selama pandemi Covid-19.

Baca Juga:

Syaiful Huda: Pemerintah Harus Perhatikan Pengungsi Pergeseran Tanah



Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purwakarta mengutarakan bahwa efektivitas pelaksanaan PSBB, dalam mengurai peta penularan Covid-19 yang dapat menekan bahkan menurunkan angka positif yang terpapar virus, belum optimal.

"Kami melihat pelaksanaan PSBB ini tidak efektif. Masih tingginya pelanggaran atas aturan pelaksanaan, dan peta kerumunan orang di zona merah wilayah yang masuk PSBB parsial masih banyak," ujar Ketua PCNU Kab. Purwakarta H. Bahir Muhlis kepada awak media, Selasa (12/5/2020).

Lalu langkah pencegahan penularan pun, secara kongkrit belum maksimal dilakukan. NU berharap pemkab mampu melakukan test massal yang berkala dan dilaksanakan di desa atau kelurahan yang masuk dalam zona merah.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Penerapan PSBB PSBB Purwakarta PCNU Purwakarta Anne Ratna Mustika Pemkab Purwakarta Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

Live Stream Bandung 132 TV

berita terkait

Begini Kabar Terbaru Soal KPK OTT Nurdin Abdullah

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

JMN Channel

tag populer

unduh aplikasi