aqua

Aksi Santuy Pasien Reaktif Corona Pilih Pakai Motor ke Tempat Isolasi

Pasien menolak diangkut menggunakan ambulans dan lebih memilih menggunakan sepeda motor

Seorang pria yang menggunakan sepeda motor telah dinyatakan reaktif. Namun ia memilih pergi ke fasilitas kesehatan memakai motor ketimbang ambulans. (Foto: Net)

JABARNEWS | GARUT - Seorang warga Kabupaten Garut, Jawa Barat menolak untuk diangkut dengan mobil ambulans setelah dinyatakan reaktif virus corona (Covid-19) dari hasil rapid test.

Sesuai protokol kesehatan, warga tersebut harus menjalani isolasi di Klinik Medina, Wanaraja. Namun, saat akan diangkut petugas, pria tersebut menolak. Dalam video viral berdurasi dua menit itu, pria tersebut malah memilih sendirian mengendarai sepeda motor menuju tempat isolasi di RS Medina.

Baca Juga:

Ketua DPRD Jabar: Perda Lansia Akan Dikaji

Emil: Optimistis, Atlet Jabar Bawa Pulang Piala Olympic World Summer Games 2019



Juru Bicara Tim Penanganan COVID-19 Garut Ricky Rizki Darajat membenarkan hal tersebut. Ricky mengatakan, kejadian itu terjadi Rabu (13/5) lalu di Kecamatan Karangpawitan.

"Itu terjadi pada hari Rabu 13 Mei 2020 pada saat dilakukan Rapid Tes massal di Pasar Karangpawitan," kata Ricky saat, Senin (18/5/2020).

Ricky mengatakan kejadian tersebut bermula saat Pemda mengadakan Rapid Diagnostic Test (RDT) massal di sekitar Pasar Karangpawitan. Saat itu, ada beberapa peserta tes yang dinyatakan reaktif. Salah satunya adalah pria tersebut.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Virus Corona Covid-19 Ridwan Kamil Zona Merah Penyebaran Corona Rapid Test Massal Kabupaten Garut RS Medina Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal berita Hiperlokal

berita terkait

Harkonas 2019 Akan Dirayakan Di Jawa Barat

Jabar Masih Menjadi Favorit Para Investor

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi